Benarkah Wanita Kalau Belanja Lama Berputar-putar Tak Jelas?

Walikota Osaka mendapat kecaman keras karena menyarankan laki-laki saja yang belanja selama masa pandemi. Alasannya karena wanita kalau belanja lama sehingga meningkatkan bahaya penularan. Pernah juga ada meme yang menggambarkan perbedaan rute belanja antara pria dan wanita di dalam supermarket. Tentu saja rute yang wanita digambarkan berputar-putar tak jelas seperti benang ruwet. Faktanya seperti apa sih? Apa benar seperti itu?

Photo by Anna Shvets from Pexels

Faktanya memang benar wanita kalau belanja itu lama dan berputar-putar. Tapi bukan tanpa alasan. Alasannya jelas kok. Mau tahu alasannya? Simak dibawah ini, ya:

1. WANITA ADALAH MAKHLUK YANG TELITI


Katakanlah laki-laki jika berbelanja sekaleng sarden hanya butuh waktu 1 menit, dari masuk swalayan hingga menemukan kaleng sarden tersebut, lalu antri di kasir. Lama antri di kasir tidak dihitung ya. Maka wanita perlu 3 kali lebih lama. 

Pertama, wanita akan cek harga. Oya, wanita hapal harga. Jika tidak hapal secara persis, paling tidak dia tahu kisarannya. Dia juga tahu grade masing-masing merk, mana merk yang harganya paling mahal dan mana merk dibawahnya. Yang akan diambil tergantung dari uang yang ada di dompetnya. Sehebat-hebatnya jaringan swalayan atau supermarket, salah tempel harga itu mungkin saja terjadi. Jika harga lebih mahal dari biasanya tapi tidak terjadi salah tempel harga, maka itu akan menjadi catatan baginya bahwa merk tersebut harganya naik. Dia akan memerlukan waktu untuk memutuskan tetap mengambil merk tersebut atau beralih ke merk lain yang lebih murah.


Kedua, wanita akan cek tanggal kedaluarsa. Ini penting sekali terutama buat yang sudah ibu-ibu karena dialah garda terdepan mencegah keluarga keracunan. Ketika cek tanggal kedaluarsa tersebut, dia akan sekalian cek apakah kemasan rusak atau tidak. Dia tidak akan mengambil kaleng penyok atau berkarat karena bahaya kontaminasi bisa mengancam keluarganya.

Ketiga, wanita akan cek promo dan diskon. Jika ada beberapa merk yang selevel, dia akan mengambil mana yang promo atau diskon. Wow, cuma selisih Rp 100,- saja bisa ambil merk sebelah? Percayalah, bagi yang punya kewajiban rutin belanja groceries, selisih harga 100 rupiah itu banyak kalau dikumpulkan dari beberapa item belanja mingguan. Jadi, buat para produsen yang bermain dalam level yang sama dengan banyak merk lainnya, pastikan punya satu keunggulan produk yang menarik sehingga para wanita itu tidak akan mengambil merk sebelah meski harganya lebih murah.

2. KEISENGAN PENGELOLA SUPERMARKET


Mengelola supermarket itu mungkin ada sekolah atau pelatihannya. Tapi entah mengapa, ada saja pengelola supermarket yang iseng pengin ganti suasana sehingga membuat para wanita kacau.

Wanita itu, apalagi yang biasa belanja mingguan atau bulanan, akan menyiapkan daftar belanja urut dengan kategori produk dan kondisi rak dari supermarket langganan. Nggak ada kok wanita yang sengaja muter-muter nggak jelas di supermarket. Memang beberapa wanita menjadikan suasana belanja sebagai me time sehingga tidak mau terburu-buru tapi bukan berarti berniat mbulet tidak jelas. Niat awal tetap pengin well-organized. Yang membedakan cuma tempo, ada yang pengin cepat, ada yang santai saja.

Tapi niat baik itu kadang buyar karena pengaturan ulang oleh pengelola supermarket. Nah, kalau masa Ramadhan begini biasanya gang antar rak yang biasanya lega dipenuhi oleh kardus-kardus besar berisi stok parcel atau bingkisan Lebaran. Para wanita jadi kehilangan orientasi karena barang-barang yang berpindah sering tidak urut. Misalnya di kanan cemilan, mengapa tiba-tiba di kiri cairan pel lantai? Wanita jadi stress dan kacau, berputar-putar berusaha agar semua yang ada di daftar belanja bisa ditemukan.

Harusnya pengelola memberi pengumuman di pintu masuk bahwa ada perpindahan barang atau ada kepadatan, lalu menempelkan peta baru agar dilihat dulu dan meminta pengunjung minta bantuan petugas jika kebingungan. Meski sampai di dalam supermarket masih bingung tapi setidaknya sudah siap mental dan tidak stress berputar-putar.


3. SPG DAN KARYAWAN BERTEBARAN


SPG dan karyawan supermarket pasti juga sudah mendapat pelatihan. Tapi entah apakah mendahulukan konsumen termasuk dalam SOP yang mereka ajarkan? Yang sering terjadi di supermarket besar, terutama yang grosir, konsumen malah disuruh minggir kalau mereka mau mengambil dos di rak atas menggunakan forklift. Harusnya mereka menunggu konsumen mengambil barang yang mereka butuhkan dulu.

Yang paling mengesalkan adalah SPG yang sedang stock check di depan rak merk perusahaan mereka. Sudahlah tidak mau minggir, kadang malah sambil ngobrol dengan karyawan lain. Ibu suri sendiri pernah mau mengambil pasta di sebuah rak di sebuah supermarket besar, sementara di depan rak tersebut ada SPG merk pasta tersebut sedang ngobrol. Ibu suri meminta mereka minggir. 
Jawab mereka: "Ibu, mau apa?"
Sambil menunjuk pasta, ibu suri hanya berkata, "Mau ambil itu."
Ya masa mau cuci muka sih, mbaaaak ....

Nah, kondisi secara keseluruhannya, apalagi hari Senin dan jelang akhir pekan, tidak sesederhana itu. Banyak sekali kehebohan yang disebabkan SPG atau karyawan supermarket seperti itu sehingga para wanita yang sedang berbelanja harus zigzag membawa trolley, bersabar minggir biar tangga atau forklift lewat, melangkah lebar supaya tidak kesandung karena kardus-kardus stock yang sedang dibongkar SPG tergeletak di lorong-lorong dan sebagainya. Ya jelas jadi lama dong belanjanya.

4. TITIPAN DARI KESAYANGAN


Para wanita, terutama yang sudah jadi ibu, seringkali juga menyandang gelar cerewet dan galak. Biar begitu, mereka akan berusaha memenuhi keinginan orang-orang di sekitarnya. Misalnya, sudah menyelesaikan daftar belanja dan sedang menuju kasir, lalu tiba-tiba anak telepon minta dibelikan tisu saku buat di sekolah. Tentu saja dia ngomel-ngomel, kok tidak dari tadi teleponnya? Meski begitu, kakinya tetap melangkah balik lagi ke arah rak-rak mencari titipan tersebut. Silakan dicocokan dengan meme benang ruwet yang beredar di medsos tadi, ada tuh jalur dari kasir balik lagi ke belakang alias ke rak. Para wanita itu keras di luar tapi super lembut di dalam, tak akan sanggup menolak titipan si kesayangan.


5. KASIR SI PENGHAMBAT


Kasir itu apa tidak diajarkan kalau matematika para wanita itu bisa kacau jika tidak keadaan tidak kondusif meski sebenarnya pinter banget? Sering ketika sudah capek tiba di kasir, para wanita ditawarin bermacam-macam diskon, antara lain diskon 20% barang yang ada di meja kasir, beli 1 dapat 3, poin kartu kredit, diskon kartu debet bank tertentu, dan sebagainya. Karena posisi yang kurang nyaman, apalagi jika antrian panjang, wanita jadi lama di kasir buat mikir.

Memangnya para pria tidak ditawari yang seperti itu? Ditawari juga, tapi mungkin males mikir jadi lempeng saja. Kalau wanita, terutama yang sudah menjadi ibu, ada tanggung jawab untuk ngirit budget belanjaan sehingga menyempatkan berpikir. Kalau menguntungkan, mengapa tidak diambil? Misalnya, semacam tissue box itu kan nantinya akan terpakai dan tidak perlu mahal-mahal, jadi kalau ada promo diskon atau beli 1 dapat 2 wanita akan menyempatkan berpikir. Kalau uang di dompet masih cukup dan budget bulanan tidak terganggu, akan dibeli tuh. 

Jadi, wanita belanja lama bisa jadi karena dihambat oleh kasir. Belum lagi kalau pembelian di kasir dijadikan poin penambah prestasi oleh pengelola supermarket sehingga membuat si kasir makin semangat menawarkan promo. Jika wanita yang sudah berada di kasir saja bisa kelamaan begitu, apa kabar wanita yang ada di antrian belakang? Pengelola seharusnya sudah menghapus model promo seperti ini, kecuali yang kerjasama dengan bank. Sebaiknya semua promo barang ditarik ke rak-rak seperti barang-barang promo lainnya.

Bagaimana? Memang complicated kan dunia belanja para wanita itu? Semua ada alasannya, bukannya berputar-putar tidak jelas. Mau menggantikannya? Beneran? Nggak takut pingsan kelamaan berdiri dorong trolley? Coba saja!


Posting Komentar

26 Komentar

  1. kalau aku malah terbalik mbak, kalau ke pasar atau supermarket yang lama itu suamiku, dia sukanya lihat-lihat dan bandingin satu produk dengan produk lain, aku aja kadang kesel kalau lagi buru-buru hehehe. Tapi kalau belanja pakaian bener banget ini perempuan suka lama muter-muter gak jelas

    BalasHapus
  2. Hahhahaaa.. iya banget semua poin di atas. Dan aku termasuk yang aneh sendiri dari dulu, sering dibully. Mo belanja apa kebelet? Aku belanja cepet banget, beli barang sesuai kebutuhan udah pergi lagi, kalo kasir merayu2 tak kasih senyum dan bilang engaa. Begitupun kalo belanja baju, cukup 1 ato 2 toko udah beli, pulang wakakka.

    BalasHapus
  3. Mbaaa... laff yu tu de max deh baca artikel ini. Sangat mewakili kegemasanku karena dicap punya benang ruwet dalam rute belanja. Padahal kan itu semata-mata karena kita teliti dan penuh kasih sayang kan yaa.. Kadang udah ambil semua yang ada di list belanja, terus kepikiran, "Oh yaa... kenapa ga sekalian beli bahan puding ya, enak kalik ya bikin puding untuk berbuka nanti." Memang tidak ada di list tapi itu kan nilai plusnya seorang mamah berbudi pekerti luhur, ye kaann... :))

    Oh ya, mba mba SPG yang hobi nggerombol itu juga bikin ga nyaman belanja. Ya klo pas sepi gapapa, tapi jelas-jelas ada orang mau belanja, bukannya dibantu dan disapa ramah, malah bikin sumpek suasana. Ada nggak sih tombol "panggil manajer" gitu di pusat perbelanjaan, biar bisa segera pencet itu tombol agar semua langsung siap grak bekerja yang bener. :D

    BalasHapus
  4. Aku kalo lama belanja itu kalo ke swalayan yang jarang or nggak pernah dikunjungi. Gak hapal tempatnya soalnya

    BalasHapus
  5. nggak juga :) suamiku ga pernah nolak kalau belanja sama aku, karena dari rumah udah punya list mau belanja apa, jadi seringnya langsung ke tempat yg di tuju, kalau ada waktu baru sisanya muter2 :)

    BalasHapus
  6. aku setuju sih kalo perempuan belanjanya lama. muter-muter lagi kesana-kesini padahal udah 3 kali dilewatin.. wkwk.. betul kayak benang ruwet.. hahaha..

    BalasHapus
  7. Saya dan istri kalau belanja biasanya bersama-sama, lalu bagi tugas. Istri pilih sayuran segar, daging, buah, dll yg butuh ketelitian, saya beli yg sudah kemasan jadi relatif gak perlu pilih2 lagi, asal merk/tipe udah sama ya udah.
    Jadi belanjanya relatif cepat.
    Kalau saya sendiri yg belanja, malah lama karena kudu difoto dulu, kirim ke WA istri, bener gak ini yg dibeli, wkwkwk

    BalasHapus
  8. kalo belanja sama suami memang biasanya buru-buru, Mba, ngambil apa yang mau dibeli aja karena dia gak mau lama-lama di supermarket. Beda banget kalo belanja sama adikku (laki-laki), dia bisa betah banget ngikutin kemanapun saya pergi, hehehe :)

    BalasHapus
  9. Mbak...kalaupun diberi tahu ada perubahan posisi rak berikut rutenya, daku akan tetap memilih muter-muter😅😅😅

    BalasHapus
  10. Kalau saya selalu bawa list Mbak biar ga over budget. Dan berhubung kalau belanja kudu bawa 3 krucil belanjanya ga bisa lama2 dan sekarang di saat pandemi ini suami yang belanja semua kebutuhan.

    BalasHapus
  11. Naaah..ini nih penjelasan yg akurat dan wajib dibaca para penyinyir ituuh.. Suwuuun lho, Ibu Suri.. Laaaf wis pokoke..

    BalasHapus
  12. Yup mbak wanita adalah makhluk indah yang sangat teliti jadi kalau belanja suka berpikir positif kalau di tempat lain akan ada yang lebih dan baik jadi jalan2 deh belanjanya hehe.

    BalasHapus
  13. Aku kalau belanja keperluan buat daftarnya dari rumah, mba. Sebab sadar diri, mata kurang awas, kalau ga ketemu sekali lihat, milih nanya karyawan mini market atau supermarketnya. Kalau belanja pakaian, sepatu, baru deh sy betah ngider kayak setrikaan dan berlama-lama.

    BalasHapus
  14. hihihi kalo nggak di tulis sepertinya begitu ya mbak, tapi kalo dari awal sudah di tulis dengan terperinci rasanya bisa langsung beres hihihi

    BalasHapus
  15. aku tergantung tempat dan waktu yang tersedia juga hehehehe..tapi memang kalau sempat aku menikmati bagneet berbelanja hehehe

    BalasHapus
  16. Mmm.. kadang sih mbak, kenapa lama kadang suka banding bandingin harga dan suka cek cek lagi butuh apa ngga hehe karena kan kita yang atur keuangan keluarga juga.. nanti kalo belanjanya kebanyakan kita rugi juga hehe

    BalasHapus
  17. Kalau aku malah suami yg gitu mba..nyari2 harga yg lg promo, banding2 in ..heheh....Makanya kalau belanja baju, tas atau kerudung mending bawa suami lebih jago milih yg bagus hahaha...

    BalasHapus
  18. Dudududuu...((pura-pura ga tau, hahhaa...padahal aku banget, haahaha))
    Aku bukan tipe yang hitung-hitungan. Malah bisa dibilang parah.
    Kalau ada gratisan yang jelas-jelas harganya kalau dihitung lagi, sama aja ((diboongin sama tulisan "beli 2 lebih murah")) - aku percaya-percaya aja. Padahal itu barang belum tentu kepake atau bisa tahan lama. Jadi aku kalau belanja lebih baik di dampingi suami dan anak-anak.

    Doi bagian belanja sesuai list yang uda aku buat (on track), aku bagian mengacaukan sama anak-anak, hahhaa....nambahin hal gapenting, kaya lipen, facial wash atau apalah...apalaah...

    **toosss!
    ((PD aja ngajak toss, hahhaha))

    BalasHapus
  19. Aku lama ya setelah belanja dari list biasanya sih mamlir dulu kalau ada barang yang emang perlu dibeli jadi sekalian aja apalagi kalau ada promo heheehhe

    BalasHapus
  20. Haha iya ya aku jadi mengalami sendiri eh tapi kondisional sih kalau aku belanja lama. Tergantung yang dibeli.

    BalasHapus
  21. wahaha ini aku banget sih kadang cuma lihat2 aja, kadang ya kudu bawa list belanjaan agar cepat. aku sih paling males belanja ama suami soalnya mesti diburu2 wkwk padahal kalo dia belanja baju juga lamaaa banget

    BalasHapus
  22. Lah, beda 1000 emang kukejar, Mbak. Hahaha. Lumayan, kan?

    Kalau ke pasar, apalagi, tuh, kudi selektif banget. Dengan harga yang sama, seringkali kualitasnya beda-beda. Pokoknya kalau pas belanja, jangan sampai kacamata ketinggalan deh.

    BalasHapus
  23. Ahahah aku pernah belajar soal manajemen apa gtu ya aku lupa emang dikasi tau kalau rak2 itu sengaja ntr diputer2 posisinya :D
    BTW tapi akun kalau belanja gak lama sih mbak, krn langsung ke tujuan, dan jarang tergoda liat barang di luar list. Kebalikannya suamiku yg suka gtu wkwkwk

    BalasHapus
  24. Aku kalo belanja pasti pake list, jadi bener-bener teknis ga pernah pusing muterin toko. Ini sebenernya tips dan kebiasaan suami. Hehehe Jadi ngga berputar-putar dan berlama-lama belanja. Hehehe

    BalasHapus
  25. aku nggak begitu suka muter-muter...
    tapi kadang-kadang saya muter cuman untuk bandingin harga sih (tapi nggak sering kok, suwer..haha)

    BalasHapus
  26. Tergantung karakter orangnya, Mba
    Kalo aku, lihat katalog online dulu.
    Trus begitu nyampe supermarket, langsung beli apa yg aku cari

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.