Tips Mendampingi Anak Belajar Di Rumah Selama Wabah Virus COVID-19 Atau Corona

Akhirnya masing-masing pemerintah daerah di Indonesia menutup sekolah dan kampus akibat menyebarnya wabah virus COVID-19 atau corona. Meski Kemdikbud tidak atau belum mengeluarkan aturan yang berlaku nasional, tapi sepertinya hampir semua pemerintah daerah mengambil langkah yang sama untuk menekan resiko tertular. Tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah, baik secara mandiri maupun online atau daring.

corona virus covid19
Image by https://pixabay.com/users/Alexandra_Koch-621802

Untuk anak usia SMA hingga kuliah mungkin lebih tepatnya bukan mendampingi ya, melainkan mengawasi. Anak-anak di usia tersebut sudah mandiri dalam belajar. Meski sudah remaja bahkan dewasa, mereka tetaplah anak-anak yang kadang bandel malah jalan-jalan di mall atau nongkrong di cafe dengan teman-temannya.

Sedangkan untuk anak-anak usia PAUD hingga SMP benar-benar memerlukan pendampingan karena selain jiwa anak-anak yang maunya main melulu, juga perlu dibantu untuk mengatur jadwal belajar. Belum lagi ada beberapa mata pelajaran tak mereka pahami dan harus dibantu mencari jawabannya.


TIPS MENDAMPINGI ANAK USIA SMA HINGGA KULIAH


1. Mintalah screenshoot surat keputusan resmi belajar di rumah dari sekolah atau kampus supaya bisa melihat secara utuh apa yang ditugaskankan atau diharapkan oleh pihak sekolah dan kampus. Jangan hanya memperhatikan tanggalnya saja.


2. Jika ada kerja kelompok, tekankan untuk dikerjakan secara online, tak perlu berkumpul. Untuk yang sudah mahasiswa biasanya keinginan untuk belajar bersama di luar rumah atau nugas lebih besar. Beri kesadaran bahwa itu harus dihindari sementara waktu. 

3. Untuk yang masih SMA, mintalah membuat jadwal belajar sendiri. Setelah disepakati, tegur ananda jika tidak mematuhi jadwal tersebut. Mintalah untuk belajar di luar kamar agar tidak bosan. Jika dia terbiasa belajar di ruangan tersendiri, mintalah untuk membuka pintu agar Anda bisa sesekali menengok. 

4. Sediakan makanan bergizi dan camilan agar tidak bosan di rumah. Ajak mereka memasak juga. 

5. Ijinkan untuk melihat hiburan seperti film atau musik sebagai selingan di TV maupun internet untuk menghindari stress karena terkungkung di rumah. Untuk mengusir kebosanan dengan positif, bisa juga mengajak mereka mendekor kamar atau rumah.


TIPS MENDAMPINGI ANAK USIA PAUD HINGGA SMP


1. Biasanya untuk usia PAUD hingga SMP ada group whatsapp yang aktif untuk wali murid. Informasi tentang belajar dari rumah dan tugas-tugasnya banyak yang melalui WAG. Meski sebelumnya sudah keluar karena suatu hal, usahakan untuk kembali bergabung agar tidak ketinggalan info. Jika ada anggota group yang ngeyel tidak mau diingatkan ketika menyebar hoaks, bersabar dan bertahanlah paling tidak sampai social distancing ini selesai. Anggap saja pengorbanan demi anak.

2. Usia PAUD hingga awal SD akan menjadi kelompok usia yang paling sulit diminta diam di rumah karena mereka sedang dalam masa eksplorasi dan mungkin kesulitan mencerna informasi tentang bahaya corona. Buatlah jadwal rutinitas yang menyenangkan dan tidak jauh beda ketika sedang sekolah, hanya saja lokasi berbeda. Misalnya tiap pagi ada baris dan senam di sekolah, maka lakukan di halaman rumah.

3. Orangtua yang panik akan menimbun stok mainan dan jajan. Padahal jika si anak sudah menemukan kegiatan yang mengasikkan hanya butuh beberapa mainan saja dan kadang malah lupa makan. Karena itu, perhatikan apa yang disukai si anak. Jika sudah tersedia, tak perlu belanja yang lainnya lagi hanya karena takut si anak bosan dan rewel.

4. Disiplin mengikuti jam belajar sama seperti ketika sekolah. Dengan jam belajar yang sama, anak-anak tidak bingung dengan kewajibannya ketika harus di rumah saja dan jika sudah masuk sekolah nanti.

5. Jika anak-anak kangen dengan teman sekolah atau teman mainnya, bekerjasamalah dengan orangtua anak-anak itu untuk menyediakan fasilitas video call agar mereka bisa ngobrol atau main bareng tapi jarak jauh. Lakukan jam main yang sama seperti hari normal sebelumnya agar tidak ada alasan untuk minta gadget dan memainkan hal-hal lain hingga lupa waktu.

Semoga wabah virus COVID-19 atau corona ini segera berlalu dan anak-anak kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Aamiin.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Jadi ngerasain gmn ngajarin anak seperti di sekolah. Puyeng n musti banyak stok sabar

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.