7 Tips Aman Bertemu Lawan Jenis

Tips aman bertemu lawan jenis ini penting meski tiap hari kita melakukannya. Selalu ada potensi bahaya untuk kedua gender. Apalagi belakangan muncul fenomena cuddle dengan orang yang tak dikenal.

couple
Foto: gratisography

Potensi bahaya ketika bertemu lawan jenis itu bermacam-macam, dari perkosaan hingga kekerasan, termasuk eksibisionis yang akhir-akhir ini beberapa kali diberitakan. Orang jalan kaki, naik motor atau mengendarai mobil bisa tiba-tiba berhenti untuk mempertontonkan kegiatan tak senonoh ke lawan jenis di tempat umum. Meski tak ada cedera fisik karena hanya melihat tapi tak urung membuat yang melihat shock.

Belakangan muncul cuddle dengan orang yang tak dikenal yang memancing perdebatan. Beberapa orang menganggapnya sebagai sebuah aktivitas yang wajar untuk masyarakat modern. Yang melanggar berarti tidak paham dengan hakikat "kelonan" dengan orang asing tanpa sex tersebut. Namun hal itu mendapat tentangan dari banyak orang. Menurut mereka, apa yang bisa diharapkan dari orang asing di sebuah kamar?

Perempuan memang merupakan korban terbanyak dari pertemuan dengan lawan jenis yang berakhir sebagai tindakan kurang menyenangkan maupun kriminal. Tapi sebenarnya, laki-laki pun bisa menjadi korban, baik merupakan fitnah maupun benar-benar terjadi. Ingat film jadul Disclosure? Perempuan cantik dan sexy seperti Demi Moore tak lantas membuatnya sebagai pihak yang dikejar dan tak lantas berarti semua laki-laki mau. Perempuan yang memiliki power juga bisa menjadi pelaku pelecehan. Di dunia nyata, kita terkejut aktor setaraf Johny Depp bisa jadi korban KDRT Amber Heard, bukan sebaliknya.


1. Berdua lebih berbahaya daripada beramai-ramai?


Tak selalu seperti itu. Yang penting lihatlah rasio jumlahnya. Jika kamu perempuan seorang diri sedangkan lawan jenis lebih dari satu, maka pikirkanlah. Apakah kamu benar-benar mengenal semua laki-laki itu atau tidak? Apakah kamu mempercayai atau meragukan mereka? Tak semua perkosaan terjadi satu lawan satu. Beberapa kali diberitakan, pelaku perkosaan terdiri dari beberapa orang dan merupakan teman si perempuan sendiri.

2. Manusia modern sudah bisa manahan syahwat?


Ingat Reynhard Sinaga? Perkosaan terbesar abad ini tidak terjadi di hutan, melainkan di Inggris, sebuah negara maju. Pelakunya juga bukan residivis, melainkan seorang kandidat S3 dari universitas ternama di dunia. Latar belakangnya bukanlah orang kepepet yang tidak bisa membayar lawan jenis, melainkan anak orang kaya raya, yang sampai jelang S3 dan umur kepala 4 tak perlu bekerja. Meski secara biologis korbannya berkelamin sama, tapi preferensi seksualnya berbeda. Jadi jika ada yang berpikiran berdua dengan lawan jenis tanpa busana atau cuddle itu bisa dilaksanakan oleh manusia modern tanpa berakibat perkosaan itu sangat naif.

3. Kejahatan oleh lawan jenis selalu berupa pelecehan?


Tidak selalu, bisa saja perampokan dan pelaku perampokan tidak selalu laki-laki. Memang ada perbedaan antara pelaku perampokan laki-laki dan perempuan. Jika pelakunya laki-laki yang sering terjadi adalah kekerasan fisik lebih dahulu. Jika pelakunya perempuan, kebanyakan si laki-laki dibuat tak sadarkan diri lebih dahulu. Jadi jangan lengah hanya karena yang di depan kita terlihat lemah.

4. Cukup dengan menghindari ruangan tertutup?


Sebab lain fenomena cuddle ramai ditentang adalah karena berada di ruang tertutup, yaitu kamar hotel. Tapi berada di ruang terbuka pun tidak ada jaminan aman, hanya mengurangi kemungkinannya saja. Kekerasan seksual bisa terjadi di angkot yang sedang berjalan. Pelaku eksibisionis juga selalu memilih tempat terbuka di jalanan. Selalu sadar situasi sekeliling wajib dijaga.


5. Tinggalkan jejak dimana-mana?


Ada yang berpendapat jika bersama lawan jenis sebaiknya tidak diam-diam. Jika punya akun media sosial, unggah saja fotonya supaya banyak yang tahu keberadaan kita. Jika menggunakan pelacak jejak seperti google map, banyak yang menyarankan untuk check in, agar banyak yang melihat kapan terakhir kita terlihat. Memberitahukan keberadaan kita ketika bersama lawan jenis itu amat sangat penting. Selain untuk menghindari fitnah, juga menghindarkan diri dari kejahatan. Kalau ada apa-apa, keluarga bisa melacaknya. Tapi itu juga bisa mengundang bahaya baru jika ada orang jahat yang ikut menyimak. Tahukah kamu bahwa google menyimpan history dan rute-rute yang rutin kita lalui? Sebaiknya batasi kemungkinan pergerakan kita dipantau orang lain yang bukan keluarga dekat. Atur setting google agar tak menyimpan history. Hidupkan online google map hanya ketika sedang mencari alamat. Matikan semua penanda lokasi di media sosial. Jika ingin pamer lokasi liburan atau kegiatan lain, lakukan setelah kegiatan selesai.

6. Membawa alat pertahanan diri itu berlebihan?


Banyak yang tidak memikirkan alat pertahanan diri sama sekali. Padahal kejahatan bisa terjadi dimana-mana. Di kampus bergengsi saja, mahasiswa yang sedang konsultasi dengan dosen bisa menjadi korban pelecehan. Jadi jangan anggap enteng alat pertahanan diri ini. Alat pertahanan diri bisa sesederhana tombol emergency di ponsel kita. Simpan nomor hp orang terdekat kita di shortcut ponsel sehingga dalam situasi darurat tidak perlu mencari-cari dulu di daftar kontak. Begitu pula dengan nomor polisi atau satpam. Jika kejahatan terjadi di mobil, pastikan kamu tahu bahwa di kunci alarm itu ada tombol darurat yang bisa dipencet untuk menarik perhatian orang lain. Ini juga berlaku jika kejahatan terjadi di rumah untuk menarik perhatian tetangga. Selain itu, peralatan mekanik sering disimpan di bawah jok yang bisa dijadikan alat untuk melawan. Jangan pula meremehkan parfum semprot jika tak punya semprotan cabe. Meski level pedasnya di mata berbeda, tapi setidaknya bisa mengejutkan sementara untuk melarikan diri. Apapun itu, pastikan punya atau tahu berbagai alat pertahanan.

7. Pentingkah bisa beladiri?


Penting! Terutama jika punya kegiatan atau pekerjaan yang sering mengundang bahaya. Sekali lagi, bahaya tidak harus di hutan tapi di semua situasi yang memungkinkan. Karena itu, kita harus sensitif terhadap sekitar. Jika melihat sekitar benar-benar sepi, maka kewaspadaan harus ditingkatkan. Jangan meremehkan kondisi fisik diri sendiri dengan merasa tidak bakal menarik lawan jenis. Banyak orang sakit jiwa diluar sana. Masih ingat tragedi seorang ibu paruh baya naik angkot subuh di ibukota untuk jualan di pasar yang diperkosa sopir angkot yang masih muda? Beladiri tak harus setangguh Lindswell Kwok, tapi paling tidak mengenal anatomi lawan jenis yang bisa dilumpuhkan atau dikejutkan sementara. Sekian detik bisa sangat berharga bagi kita untuk melarikan diri dan meminta pertolongan. Karena itu, sering-seringlah berolahraga agar refleks tubuh bisa terjaga.

Posting Komentar

47 Komentar

  1. Mak Lus, aku kok kudet yaaa, emang ada gituuu org2 yg cuddle dgn org tdk dikenal? Kok, rodok wagu ngunuu yaa :) Aneh aja, karena selama ini kupikir yg melakukan hal itu hanya PSK dan kliennya semata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, akupun nggak paham :(

      Hapus
    2. di twiter kemaren sempat viral tuh tentang cuddle-cuddle di hotel padahal cuman kenal di twiter doang, aneh akutu! Agak was-was juga karena sekarang Kayla udah SMA nih mbak huhuhu

      Makasih untuk tipsnya yah, apa si Kayla aku bekelin semprotan merica aja kali yah? *emak-emak parno*

      Hapus
  2. Intinya sih kalau udah feeling gak usah cari-cari masalah. Secara setan ada dimana-mana hehe

    BalasHapus
  3. Kalau saya lebih milih ninggalin jejak Mba, karena tidak ada jejakpun tidak berarti kita aman.
    Kalau ada jejak, bukan hanya keluarga, tapi banyak pihak yang bakal membantu kita, setidaknya tahu kronologisnya :D

    Btw, mengenai pelecehan di tempat keramaian saya pernah ngalamin.
    Belasan tahun lalu, saat masih kerja.
    Suatu sore saya nungguin angkot pulang kantor, eh ada laki-laki naik motor berhenti dekat saya, lalu dia manggil dan bukain celananya, kayaknya mau pamer anunya yang korengan itu (bete saya, hahahaha).

    Untungnya sejak kecil saya selalu dilatih untuk selalu was-was di manapun, jadi saat ada orang mendekatpun saya waspada, dan tetap melatih mata untuk tidak fokus.
    baik ke wajahnya maupun ke suatu daerah tertentu di badannya.

    Saya takut di hipnotis sih kalau liat matanya, hahaha.
    ternyata jadi orang parnoan itu ada manfaatnya juga.
    Etdaahh, saya curcol kepanjangan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa nggak apa2. Aku senang kok kalau ada yang mau berbagi pengalaman supaya yang lain ikut waspada. Eksibisionist itu belakangan marak, ngeri banget. Memang harus ditangkap polisi yg seperti itu. Dulu pun ada yang suka nyegat teman2 kos. Aku pernah lihat orangnya tapi dari jauh dan aku jalan muter sebelum orang itu sempat ngapa2in.

      Hapus
  4. dari dulu aku tuh paling seneng jalan sendiri tapi kalau ketemu lawan jenis, yang belum dikenal terutama, pasti agak khawatir, apalagi jaman sekarang, hati orang siapa tau kan mba...

    BalasHapus
  5. Tips2ny aku setujuuu
    Alhamdulillah slama d sini mereka sopan2, justru pas d negeri sendiri itu suka disuitin
    Kesel

    BalasHapus
  6. Meski lebih hati2 , waspada. teruma mengingatkan pada anak2. Emang agak serem jaman now tuh pergaulannya. KAdang ga kenal juga bisa langsung cuzz.

    BalasHapus
  7. haduuh bun ngeri deh jaman sekarang tuh. iya sih modern tapi gak menjadikan tingkat kejahatan jadi lebih menurun. Yang penting sih selalu waspada jangan sampe clue less banget lah sama gerak gerik seseorang. Dan bener bun paling engga kita tau titik titik vital lawan jenis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngeri banget, kejahatan bisa dimana aja & oleh siapa aja.

      Hapus
  8. Bawa spray juga, ya hahaha buat semprot matanya gitu kalo macem2. Ish zaman sekarang ya, kak ... Hikz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal semprot tapi jangan asal semprot.

      Hapus
  9. Wah ini topiknya sesuai isu yang kekinian banget nih Ibu Suri, intinya sih jangan mau deh ketemuan sama orang gak jelas alias cuma dari dunia maya. Serem!

    BalasHapus
  10. Aduuh..pusing aku dg fenomena2 baru yg aneh spt cuddle dg org asing/tak dikenal itu. Zaman sudah sangaaat berubah rupanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat yg punya anak remaja perlu tau untuk jaga pergaulan

      Hapus
  11. Bela diri itu penting kita pelajari. Ada yang berani berbuat jahat kita sikat

    Jangan sampai deh jadi korban.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kelas khususnya, nggak perlu jadi atlit.

      Hapus
  12. Aku pengen banget bisa beladiri tetapi gak bisa. Jadi antisipasinya bawa parfum ukuran kecil dengan komposisi yang mengandung tinggi alkohol

    BalasHapus
  13. Aku sering baca beberapa kasus mengerikan zaman sekarang.
    Terutama yang exhibisionist. Merasa puas hanya dengan memamerkan ke"punya"annya.
    Jadi memang sejatinya tidak ada tempat aman selain senantiasa berdoa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdoa adalah benteng utama, nggak boleh kebalik.

      Hapus
  14. OMG kok serem ya bacanya.. mungkin karena selama ini aku selalu ramean kalo jalan, jadi ngga terlalu khawatir, tapi ternyata memang jaman now itu unpredictabel ya.. sebagai orang tua jaman now juga harus aware ya sama perkembangan zaman dan perkembangan manusianya juga hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga jarang pergi sendiri tapi anak2 sering karena aktivitasnya, jadi sebagai ibu wajib tau supaya bisa mengingatkan.

      Hapus
  15. Aku sring menghindari berdua dgn lawan jenis apalagi klo ga akrab2 bgt.. M was was aja.. ..cuman skrg krna kerjaan malah jdi srg kemana2 sama lawan jenis berdua.

    Bukan mikir macem2 tapi gak nyaman aja sih kalau akunyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, seharusnya memang begitu.

      Hapus
  16. Aku termasuk yang doyan cuddle, apalagi dengan anak dan suami, sahabat dekat, dan orang terdekat yang sejenis.

    Kalau untuk lawan jenis apalagi baru kenal, seingatku belum pernah sih.
    Secara agama juga dilarang ya.

    Semoga istiqomah...



    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaa tanpa beban gitu mbak ceritanya.

      Hapus
  17. Aku nih makLus. Kalo bepergian jarang posting kecuali udah balik ke rumah. Biar aman juga soalnya kata suami kalo posting pas kami lagi pergi org tahu anak-anak di rumah tanpa orang tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, aku juga jarang posting live, nunggu udah selesai & aman.

      Hapus
  18. Iya lebih baik menghindari hal2 yg dilarang agama dan hal2 yg bs membawa petaka..

    BalasHapus
  19. Kalau uda gelagat yang aneh2 lebih baik menghindar aja deh daripada gimana2 ya, mbak.
    Aku dari kecil uda disuruh belajar karate sama orangtua, bukan untuk apa2 sih. setidaknya bisa menjaga diri dari serangan yang jahat tiba2. terus paling penting kali selalu berdoa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ortunya keren banget, menyiapkan anak2nya jaga diri.

      Hapus
  20. Wah ini nih kecemasan aku sebagai emak dari abg cewek. Was-was aja bawaaannya mak. Ini nih kudu aku suruh baca anak gadisku. Biar emaknya bisa tenang :D

    BalasHapus
  21. Berhubung aku belom bisa bela diri, jadi kalo ketemu lawan jenis ya harus ada temennya

    BalasHapus
  22. Ya Allah mba... aku baca ini ngeri-ngeri sedap. Benar juga ya, kewaspadaan itu penting banget. Makin banyak orang 'sakit' di luar sana, yang kita ga ngapa-ngapain atau menarik perhatian aja bisa timbul niatannya. Hiiih... jengkel aku liat orang kayak gitu.
    Aku koq baru tau yang cuddle itu sih mba. Kepo nih, gugling ah.

    BalasHapus
  23. Hmm..sebaiknya ditemani orang terdekat
    Tapi amit amit deh kalau terjadi apa apa

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.