Bully Di Kalangan Orang Dewasa

Melly Goeslaw murka! Personality-nya dijadikan bahan guyonan di sebuah pesta kostum para selebriti. Masa sudah sesukses dan sematang Melly masih baperan? Faktanya, justru karena orang-orang dewasa terlalu menggampangkan perasaan orang lain dengan anggapan sudah matang itulah, mereka sering tidak mengerti batas. Bully bisa terjadi di kalangan orang dewasa!

bullly di kalangan orang dewasa
Photo by riffaay Firmansyah on Unsplash
Batas yang kebablasan itu disampaikan oleh Rossa yang mengaku sudah berbicara dari hati ke hati dengan Melly dan Anto Hud, sang suami. Tanpa sadar, apa yang mereka kira bisa menjadi bahan untuk ditertawakan bersama itu adalah titik rentan seseorang. Ada hal-hal pribadi yang tidak bisa dijadikan konsumsi bersama, terutama dijadikan sasaran joke.

Bully Terus Ada Hingga Dewasa


Ada kenyataan yang menyedihkan itu bahwa tema joke dari usia anak-anak hingga dewasa tetaplah sama, seputar fisik dengan sasaran joke-nya adalah mereka yang berukuran plus. Tak heran, banyak yang keluar dari group-group whatsapp atau chatting lainnya karena cara bergaulnya tidak beda jauh dengan masa-masa sekolah, yaitu seputar memuji-muji yang cakep dan mengolok-olok yang unik. 

Kita tak pernah tahu sampai dimana teman-teman kita dulu sudah tumbuh, berkembang dan berubah. Ada yang menjadi keras karena tertempa hidupnya yang berliku. Ada yang sudah menjadi pejabat terhormat. Ada yang disegani dan dijadikan sesepuh di lingkungannya. Ada yang menjadi tauladan bagi anak-anaknya dan sebagainya. Lalu ada sekelompok teman yang memperlakukannya tak seperti kedudukannya sekarang. Yang memiliki kepribadian tertutup akan menjauh dan menutup pintu-pintu komunikasi. Di group dia akan menjelma menjadi silent reader. Yang memiliki kepribadian terbuka akan langsung menyuarakan sakit hatinya.


Siapa Sih Orang-orang Dewasa Tukang Bully Ini?


Semua orang bisa menjadi pembully. Dia bisa saja kaya, miskin, cakep ataupun sok kecakepan. Namun satu hal yang pasti, mereka sangat membutuhkan pengakuan. Sudah cakep dan sering dipuji cakep pun masih bisa butuh pengakuan. Dia ingin memastikan paling cakep di lingkungannya. Mungkin di lingkungan terdekatnya dia justru tak mendapat perhatian. Mungkin juga lupa diri karena saking banyaknya yang memuji. Kita tak pernah tahu. Tindakan mengolok-olok fisik orang lain membuktikan bahwa dia butuh merasa lebih istimewa daripada korban yang diolok-oloknya.

Jika mengira pembicaraan orang dewasa itu seputar anak, pekerjaan, ibadah dan hal-hal lain yang bijak dan berkelas, faktanya tidak selalu begitu. Pembicaraan orang dewasa bisa tidak bermutu semisal tentang gemuk dan kurus. Mereka dengan semena-mena menggiring percakapan sesuai dengan apa yang mereka anggap menyenangkan. Mereka menyepelekan perasaan orang lain. Mereka mengganggap semua orang akan menerima joke mereka. Yang tidak bisa menerima, mereka anggap cemen atau baperan.

Agar Tidak Menjadi Korban Bully


Semakin bertambah usia, teman semakin sedikit karena kegiatan utama di keluarga dan pekerjaan semakin banyak. Karena itu, jangan ragu untuk menyeleksi pertemanan meski hanya group alumni. Jangan biarkan hal-hal kecil yang tidak signifikan justru menyita pikiran kita. Kuatkan hati untuk segera meninggalkan group jika isinya kebanyakan copas, foto-foto vulgas atau stiker-stiker yang mengandung penghinaan. Stiker joke orang gendut bisa menjadi barometer seperti apa yang ada di pikiran teman-teman kita itu. Bisa jadi suatu saat akan jadi joke terhadap teman-teman plus size.

Berani menegur teman-teman yang senang menyebarkan foto artis seksi juga merupakan tindakan untuk menegaskan sikap kita. Demikian pula menegur teman-teman yang mencopas foto teman dari platform media sosial lain ke dalam group chatting untuk dijadikan guyonan. Penghormatan atas privacy orang lain harus dilakukan sejak tindakan yang paling sederhana. 


Memang susahnya orang dewasa itu tidak peka terhadap hal-hal yang mereka anggap sepele. Well, itu masalah mereka. Kita tidak perlu mengikuti standar mereka. Kedewasaan itu ditandai dengan sikap yang sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain.

Agar Tidak Menjadi Tukang Bully


Sengaja atau tidak, kita semua punya potensi menjadi seorang pembully. Mulailah dengan kesadaran bahwa kita tak lebih baik dari teman-teman kita karena kita tak sepenuhnya tahu betapa istimewanya teman kita itu di luar lingkaran pergaulan kita.

Kita juga sudah harus bertobat! Di usia yang tak lagi muda, seharusnya kita mulai membersihkan jejak-jejak tak baik yang kita tinggalkan, memohon ampun pada Allah SWT, berbaik-baik pada orang yang pernah kita sakiti dan tak lagi menambah dosa baru. Memang tak ada orang yang hidupnya seputih kertas HVS, tapi setidaknya jangan lagi dengan sengaja nylekit, nyinyir, nyindir, bahkan sengaja menjadikan teman lain sebagai joke. Menjadi orang baik itu tak selalu mudah tapi melegakan.

Posting Komentar

0 Komentar