Tips Menaikkan Nilai Curriculum Vitae Atau CV Sarjana Dengan Dana Dan Kemampuan Terbatas

Lulus S1 atau sarjana secepat kilat dengan IPK cum laude tapi cuma itu thok, tidak ada prestasi atau international exposure? Yakin bisa cepat mendapatkan pekerjaan dengan CV sesepi itu?

curriculum vitae cv
Photo by Abigail Keenan on Unsplash

Kira-kira begitulah "tamparan" seorang ibu dosen di twitter. Kalimat persisnya silakan dicari sendiri karena tidak ingin menyebut nama. Sebenarnya itu juga dikatakan orang lain, tidak hanya pendapat beliau seorang. Hanya saja karena disampaikan secara frontal, banyak warga twitter yang shock dan menjadi defensif.

Banyak yang memberi kesaksian bahwa mereka bisa survive hanya berbekal nilai IPK. Ada pula yang memberikan pembelaan untuk meringankan beban orangtua maka mereka harus lulus secepat-cepatnya. Sebenarnya, apakah mahasiswa pengejar IPK tinggi dan lulus tidak sempat melakukan kegiatan untuk mewarnai CVnya? Misalnya ikut lomba, mengirim paper untuk seminar, datang ke seminar internasional dan sebagainya.

Baca juga: Cara Membuat Curriculum Vita atau CV Mahasiswa

Ada beberapa problema mahasiswa yang bisa diinventarisir:

  • Tidak punya uang. Jangankan ikut seminar internasional, seminar lokal kampus saja hanya bisa ikut yang gratisan.
  • Persiapan lomba yang panjang dan melelahkan. Kalau lombanya balap karung pasti banyak yang ikut, ya. Tapi lomba yang sifatnya ilmiah perlu persiapan yang matang tak ubahnya membuat skripsi. 
  • Tuntutan orangtua agar lekas lulus karena terbatasnya dana untuk membiayai hidup mahasiswa tersebut (untuk yang kos) dan tingginya biaya kuliah.
  • Introvert dan tidak bisa bergaul.

#1 Berburu International Exposure


Mahasiswa mengidam-idamkan internasional exposure di CVnya. Apadaya, kangen ibuk saja harus tunggu Lebaran. Yang dananya kuat, tentu dengan mudah mengambil program internasional dengan keuntungan double degree. Minimal bisa mengambil short course di luar negeri. Yang nggak punya duit bisa apa? 

Kalau dana ada tapi terbatas banget, coba ikut program-program volunteer seperti AIESEC. Waktunya sekitar 6-8 minggu. Ada biaya yang dikeluarkan untuk VISA, biaya hidup, transportasi dan sebagainya tapi masih on budget karena kalian akan tinggal host family. Kegiatan kalian akan didiskusikan bersama teman-teman seusia kalian dari berbagai negara dan dikawal oleh volunteer dari host country. Kalian akan mendapat international networking yang luas.

Jika blas tidak punya uang, coba ikut kegiatan seperti local guide dari Google. Kalian akan mendapat kesempatan untuk diundang ke kantor Google di Amerika. Gratis! Kalian cuma perlu rajin bantu traveller di Google Map. 

Demikian pula dengan Google Product Experts Program. Kalian mungkin tiap hari menggunakan berbagai fitur yang berhubungan dengan google. Coba deh daftar program tersebut, lalu aktif membantu pengguna Google yang mengalami kesulitan di forum maupun media sosial. Kalian bisa diundang ke pertemuan mereka di Amerika, Australia dan sebagainya.

Intinya, tak perlu terpaku dengan akademis dan jalur pemerintah. Cobalah jalur lain tapi tetap bisa menawan jika dimasukkan ke CV. Tambah waktu kalian untuk mencari program-program seperti itu di internet.

#2 Berburu Lomba


Menang lomba sangat bergengsi untuk dimasukkan ke dalam CV.  Tentu saja pilih lomba yang sedikit punya hubungan dengan mata kuliah. Menang lomba balap karung buat apa dimasukkan ke CV calon sarjana teknik sipil meski mungkin dalam pekerjaan nantinya ada bahan bangunan yang dimasukkan ke karung.

Lomba merupakan syarat akreditasi sebuah perguruan tinggi. Semakin banyak lomba yang diadakan, diikuti, apalagi menang, semakin bagus nilai akreditasi yang didapat. Kepesertaan di lomba juga memberi nilai tambah pada dosen pendamping. Maka tak heran PT dan dosen sangat mendorong mahasiswanya untuk mengikuti lomba. Kadang ada dosen yang mewajibkan mahasiswanya untuk ikut lomba di mata kuliahnya dengan menyodorkan suatu event. 

Jika kalian tidak percaya diri untuk ikut lomba, cobalah lomba kelompok, bukan individu. Coba dulu di lingkungan intern jurusan sebagai latihan. Meski kalah, tetap saja maju ke lomba-lomba berikutnya. Paling tidak dari lomba sebelumnya, kalian sudah mendapat pelajaran apa saja yang kurang. 

Selain di lingkungan akademik, kalian bisa mencoba di luar. Misal kalian juruan pariwisata. Cobalah ikut lomba foto, blog atau vlog sesuai hobi kalian. 

#3 Berburu Beasiswa


Mendapat beasiswa itu keuntungannya ada 2, meringankan beban orang tua dan keren dimasukkan di CV. Kebanyakan beasiswa memang diperuntukkan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Tapi beasiswa yang tidak memandang status ekonomi juga banyak. Kalian harus rajin menyisir media sosial, portal kampus dan portal-portal institusi.

Baca juga: Tips Survive Mahasiswa Baru di Yogyakarta

Untuk yang kemampuan akademik dan leadership kurang kuat (Nilai sendiri kemampuan kalian, ya. Be realistic!) ambil beasiswa yang tidak menuntut partisipasi aktif di program-program mereka. Jika kalian punya rasa percaya diri tinggi (sebaiknya kalian seperti itu, tak perlu rendah diri), pilihlah program yang tak hanya memberikan dana pendidikan tapi juga memberi kalian masa depan yang lebih baik.

Contohnya BRI yang punya program beasiswa sekaligus pembibitan. Jika kalian menunjukkan prestasi yang baik selama program tersebut, kalian tak perlu mencari pekerjaan setelah lulus. Contoh lain adalah Beswan Djarum Foundation yang memberikan banyak pelatihan kepemimpinan yang bisa kalian jadikan bekal untuk menjadi leader dimanapun kalian setelah lulus. Masih banyak program-program lain sejenis. Jadi, baca detilnya, jangan hanya terpaku dengan uangnya.

#4 Berburu Kegiatan Sosial


Saya pernah bertanya kepada seorang teman blogger, lulusan terbaik S2 dari PTN terkenal seperti ini:

Apa yang harus dilakukan agar CV seorang anak yang pendiam dan pemalu itu menarik? Saking pendiamnya dia sampai tidak ikut kegiatan-kegiatan apa-apa di kampusnya selain belajar untuk mata kuliahnya. 

Ternyata kasus seperti itu banyak. Bahkan sampai bikin ibu dosen di paragraf awal artikel ini gemas. Tapi masih ada jalan yaitu dengan menggali hobi si mahasiswa tersebut. Memang hasilnya tidak semaksimal international exposure tapi setidaknya CV tidak akan kosong melompong diluar riwayat akademik. Setidaknya itu untuk menunjukkan bahwa dia tidak anti sosial.

Dia menyarankan untuk berkegiatan sosial sesuai dengan hobinya. Misalnya dia pandai main piano meski selama ini main untuk diri sendiri. Carilah panti asuhan atau panti jompo yang mengijinkannya memberi semacam hiburan sebulan sekali. Audience tidak ramai, cocok untuk si pemalu. Mungkin dia hanya perlu bantuan untuk berkomunikasi dengan pengelola panti. Itu akan manis sekali dicantumkan di CV meski tak ada hubungannya dengan jurusan yang diambil. Siapa tahu dengan kegiatan tersebut, dia merasa berharga dan kepercayaan dirinya bertambah untuk mencari kegiatan lain.

Kegiatan sosial juga penting diambil oleh kalian yang punya rasa percaya tinggi. Itu menunjukkan bagaimana kepribadian kalian dibalik nilai-nilai kalian. Orang yang peduli dengan sekitar dan mudah bergaul akan mendapat keuntungan yang lebih besar. Ingat, perusahaan-perusahaan besar jaman sekarang gencar mendukung program CSR (Corporate Social Responsibility) mereka.

#5 DOA

Berdoa terus agar cita-cita kalian tercapai. Berdoa menentramkan hati baik buat yang pengin ke luar negeri tapi gratisan nggak dapat, uang pun tak punya. Berdoa menentramkan hati buat yang sedang ikut lomba berharap untuk menang. Berdoa menentramkan hati buat yang sedang berada di luar negeri agar selamat sampai selesai. Berdoa bisa menentramkan di segala situasi, ketika berhasil maupun gagal. Sebenarnya manusia itu rapuh, tidak ada yang pasti di dunia ini sebesar apapun usaha kita. Tapi manusia juga tidak akan mendapat apa-apa jika tidak berusaha. Semoga sukses!


Posting Komentar

35 Komentar

  1. Aku baca juga tuh trit Bu Dosen di Twitter wktu itu..hehe.. Aku setuju berkegiatan saat jd mhsw memang penting tp tetap utsmajan tugas utama terutama jk memang terkendala biaya..hehe.. tp ini tips2nya boleh juga..

    BalasHapus
  2. Ibu Suri, makasiii udah bikin artikel yg hakjleb dan mencerahkan seperti ini.
    Aku juga mau persiapkan anakku sejak sekaraaangg :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  3. Sekarang ini ngisi CV tuh yang dilihat gak hanya nilai. Pernah kerja di mana dan posisinya apa serta lamanya kerja juga dilihat. Nilai bagus, tapi pengalaman juga penting

    BalasHapus
  4. Wah makasih banget tulisan ini bakal aku kirim ke 2 ponakanku yang super galau dan gengsian masalah "bersosialisasi".

    Padahal itu penting banget yaa buat nambah ilmu dan menuh2in cv

    BalasHapus
  5. Aku sempat ngikutin thread ini. Dan ya, ada banyak yang punya kondisi yg sm seperti yg ibu suri katakan di atas. Iyup, idem sm saran Bu Suri. Ada banyak hal yg bisa dilakukan utk menambah CV. Jika tidak memungkinkan mengikuti kegiatan akademik utk menambah nilai plus CV, bisa dg mengikuti kegiatan non akademik. Asal tekun. Misal seperti saran bu Suri, ikut local guide. Ini manis lho buahnya kalau benar-benar ditekuni dan ditelateni. InsyaAllah ada banyak jalan menuju Roma. Makasih sharenya, Ibu.

    BalasHapus
  6. Terima kasih untuk sharingnya, sangat bermanfaat banget, mbak :)
    Yang terpenting kita melakukan yang menjadi bagian kita untuk berusaha, selebihnya hasilnya bagaimana Tuhan, karena Dia tau yang terbaik untuk kita :)

    BalasHapus
  7. Pencerahan yang sangat masuk nih. Bener banget selagi dini kita harus sampaikan pesan ini kepada anak atau keponakan kita supaya kelak jadi sarjana didampingi prestasi lainnya

    BalasHapus
  8. Saatnya menyampaikan semua pesan ini kepada anak dan keponakan. Supaya kelak mereka sarjana sudah didampingi dengan prestasi lainnya. Terimakasih ini masukan yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. Intinya selalu mencari nilai lebih yang ada dalam diri ya mba. Attitude positif juga penting buat menaikkan nilai diri tuh

    BalasHapus
  10. Tulisan bagus banget ini karena IPK tinggi saja kadang tak menjamin bisa dapat pekerjaan yang bagus. Aku langsung share link tulisanku ini ke anakku, biar dia juga mulai sekarang mempersiapkan diri.

    BalasHapus
  11. Kalo masih mahasiswa ada buanyak cara lah mbak untuk ngeramein CV. Tapi yg paling penting ga cuma CV yg rame, skill kita betul2 terasah juga ya :)

    BalasHapus
  12. Intinya mah banyak jalan menuju Roma ya Mak. Gimana juga CV itu jadi bagian pertimbangan orang untuk tau kemampuan kita juga, jadi kudu dibuat semenarik mungkin tapi harus tetep jujur pastinya ya

    BalasHapus
  13. Sekarang semakin besar ya tuntutannya. Mungkin karena persaingan global juga. Perasaan zaman saya dulu, CV 'sepi' gak masalah asalkan IPK bagus hehehe.

    Tetapi, waltu sepupu saya diwawancara sama salah satu perusahaan besar beberapa waktu lalu juga ditanya kegiatan selain kuliah. Jadi catatan nih buat anak-anak saya. Apalagi sebentar lagi ada yang mau kuliah

    BalasHapus
  14. CV sekarang lebih modern dan lebih informal ketimbang dulu ya mba. Bisa masukin pengalaman yang gak melulu di kantor atau dunia kerja

    BalasHapus
  15. Aku pernah tanay juga soal ini ke salah seorang yang bekerja di Google, katanya sekarang kegiatan sosial dan berorganisasi sangat diperhitungkan dalam dunia pekerjaan. Semua cara boleh dicoba ya mbak tapi jangan lupakan doa bener banget

    BalasHapus
  16. Yap banyak banget cara ya mba buat menaikan CV dan aku sepakat banget dengan rekomendasi yang mba berikan. Ikut lomba dan menang tuh oke banget

    BalasHapus
  17. Aku juga baca kak tread ibu Dosen ini dan memang ada banyak kegiatan positif yang bisa menambahkan nilai CV ini sih ya. Bener2 berfaedah banget deh tread ibu Dosen ini jadi pembelajaran tersendiri buat mahasiswa.

    BalasHapus
  18. Saya dulu ngejar CV bagus ikut banyak organisasi. Di samping itu, senang dengan lomba mbak jadi CV nya full hehe

    BalasHapus
  19. Mantap, tipsnya keren. Dan beneran deh, pasti bikin CV jadi jauh bernilai ya. Di zaman sekarang mah gampang nih nyari yang yang begini. Kegiatan sosial, lomba-lomba, dan berbagai hal yang bermanfaat bisa dicari. Tinggal kemauan aja. Kayak temenku tuh, karena rajin ikut Kelas Inspirasi, akhirnya bisa berkesempatan kerja di NGO luar yang akhirnya keliling dunia terus. Kalo masih single, aku kayaknya ngikut deh. :)))

    BalasHapus
  20. Nampaknya sekarang makin banyak peluang untuk menaikkan nilai di CV nya ya mba. Jaman dulu paling beasiswa aja

    BalasHapus
  21. Nampaknya sekarang makin banyak peluang untuk menaikkan nilai di CV nya ya mba. Jaman dulu paling beasiswa aja ya mba

    BalasHapus
  22. Setuju Mba, saya juga dl memperbanyak kegiatan di kampus biar CV nya jd bagus. nyari beasiswa n ngusahain menag saat ikut lomba

    BalasHapus
  23. Wah jd masukan jg nih ..buat si sulung nanti kalau dah lulus kerja... Mdh2 an gampang cari kerjanya nanti..

    BalasHapus
  24. bener sih kak, CV kan ga selamanya cuma boleh diisi ama jenjang pendidikan aja ya, biar lebih menarik gitu

    BalasHapus
  25. Banyak caraaa untuk boost up our CV ya mba.. yang penting niat dan semangat untuk majuuu

    BalasHapus
  26. Mba, info ini bermanfaat banget dan bisa kucontek untuk anakku ntar pas pada masanya dia harus bikin CV. Keren sekali ya sekarang model2 CV yang diajukan anak-anak muda, terutama yang melamar kerja di perusahaan yang kerja digital.

    BalasHapus
  27. Dulu yaa...kalau bikin CV pokoknya asa cuma satu lembar gitu...
    Coba dulu pas mahasiswa rajin ikut begini dan begitu yaa..
    Uhhuk~

    BalasHapus
  28. Kujadi inget dulu termasuk pemburu beasiswa, tapi dulu nggak pede mau apply beasiswa luar negeri, sadar diri IPK ga pernah cumlaude �� jadinya nyari pengalaman dengan ikut organisasi sama jadi volunteer

    BalasHapus
  29. Banyak cara ternyata ya Mba, untuk menaikan CV
    Dulu nggak kepikiran, yang beasiswa ini duh mupeng banget.
    jadi inget kuliah yang mandek di skripsi

    BalasHapus
  30. Wah ini harus dikasihtau ke adikku yang sebentar lagi lulus kuliah nih. Eh tapi dia masih punya kesempatan memperbaiki CV gak ya? Anaknya gak suka ikut lomba-lomba hehe

    BalasHapus
  31. waaah infonya bermanfaat sekali niiih, ijin share ke temen2ku yang baru lulus yaa, ada beberapa temen ku yang dari kemaren nanya2 soal CV heheh

    BalasHapus
  32. Berburu lomba memang bisa jadi salah satu jalan
    Saya juga senang karena beberapa lomba dengan skala yang lumayan tinggi bisa menang hehe

    BalasHapus
  33. aku baru sadar klo cv ku gitu2 aja hahaha, thx tipsnya bisa dicobalaaah

    BalasHapus
  34. Yang begini sebetulnya salah satu manfaat fase perkenalan dengan kakak kelas. Jadi bisa tahu ada gambaran kehidupan mahasiswa. Dan, mungkin, bisa dikenalkan juga sejak SMA supaya yang kebayang bukan sekadar kuliah = pakai baju bebas.

    BalasHapus
  35. Wah sangat bermanfaat sekali ini ilmunya mba perlu nih ditularkan ke adik2 yang sedang perlu ilmu tentang memperbaiki cv

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.