5 Hal Yang Harus Dilakukan Terhadap Akun Media Sosial Sebelum Mati

Jika tidak hobi drama, tentu kita tidak ingin merepotkan siapapun ketika meninggal. Masalahnya, kematian itu diluar kendali kita. Kita tak tahu kapan mati.

media sosial
Photo by Eaters Collective on Unsplash

Saat ini sebagian besar orang punya akun media sosial. Bahkan bayi baru lahir sudah dibuatkan akun media sosial oleh orang tua mereka. Ribuan tweets, ribuan foto, ribuan status kita sebar secara digital. Sebagian penting untuk usaha, sebagian penting untuk berbagi, sebagian penting untuk berdakwah, sayangnya sebagian juga sekedar mengetik lalu tenggelam begitu saja tanpa pernah direspon siapapun. Netizen menyebutnya sebagai sampah digital.

Katakanlah pada saat itu apa yang kita sebarkan  melalui twitter memang berguna. Tapi 6 bulan atau setahun setelah kita mati, apakah masih ada yang peduli? Hal itu terjadi bukan semata-mata followers mudah melupakan kita, melainkan karena dunia terus berputar, semua berubah, sedangkan yang sudah mati tentu tak lagi menjadi bagian dari perubahan itu. Itu adalah sebuah proses yang wajar. Memang ada yang kontennya abadi, yaitu konten yang dibuat oleh orang-orang yang benar-benar menguasai bidangnya. Karyanya, ilmunya atau pemikirannya berguna bagi masyarakat luas dalam jangka panjang.
Ada bermacam-macam sikap orang di media sosial. Ada yang dengan teliti menyaring apa yang akan diunggahnya karena memperlakukan akunnya sebagai kenang-kenangan untuk keluarga, bahkan juga warisan ilmu. Ada pula yang menjadikan media sosial sebagai kebebasan berekspresi tanpa tedeng aling-aling. Misalnya, ketika offline dia adalah seorang bapak yang menjaga wibawa, tapi ketika memegang akun media sosial dia berubah menjadi pribadi yang cerewet, yang gemar menyambar komentar sana-sini. Tak heran jika anaknya akan kaget ketika menemukan betapa resehnya sang ayah. Belum lagi yang masih kemayu cari perhatian pada para mantan.

Media sosial memang mudah membuat kita keasyikan. Ketika sedang viral tentang gaji, semua membicarakan gaji. Ketika sedang viral tentang bayi yang ditowel pipinya, semua ngomongin itu. Begitu terus sampai kita tak tahu lagi apa saja yang sudah kita komentari sebulan ini saja. Bagaimana jika setelah memaki-maki membully artis kita ketabrak mobil dan mati? Yeah, kesan terakhir hidup kita adalah kata-kata kotor. 

Kita boleh saja sesumbar, "Ini akun medsosku! Terserah aku dong mau ngebacot apaan!"

Ya, ya, memang itu hak pribadi yang punya akun. Ketika kita mati, ya mati aja, akun tersebut bukan urusan kita lagi. Tapi bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan? Tidakkah ingin meninggalkan kenangan yang baik pada orang-orang yang menyayangi kita? Jadi sebelum itu terjadi, karena kita tidak tahu kapan mati, maka sebaiknya lakukan 5 hal ini terhadap akun media sosial kita.

1. PEMBERSIHAN KONTEN


Mumpung ibusuri mengingatkan nih, ayo lakukan pembersihan konten akun media sosialmu yang sekiranya akan memalukan atau menyulitkan keluargamu. Contoh nyata adalah jika dirimu aktif mengikuti perkembangan politik di twitter. Yang abadi dalam politik adalah kepentingan. Sudah terlanjur membela seorang politisi habis-habisan ternyata politisi tersebut adalah pelaku makar. Track of record ini bisa dijadikan alat oleh orang jahat untuk menghancurkan karir anakmu kelak meski dirimu tak terkait langsung. Jadi, jika menyadari telah membuat kesalahan, sebaiknya segera dihapus.

Jika tak mau repot dan bukan buzzer yang punya perjanjian untuk mempertahankan konten selamanya, hapus saja seluruh konten yang berumur lebih dari 2 tahun. Jika sifatnya kenang-kenangan, seperti album foto facebook, tak apa dipertahankan. Begitu pula dengan foto instagram, cek mana yang sekiranya tidak bisa diterima oleh keluarga. Banyak yang menyembunyikan sepak terjangnya di media sosial dari keluarga dengan tidak menjadi mutual dan menggunakan nama lain. Jangan sampai ketika meninggal, keluarga menemukan akun itu dengan kepribadian lain yang membuat mereka kecewa. 

Kita memang hanya manusia, yang sesekali bahkan seringkali membuat kesalahan. Ada kesalahan yang tak terhindarkan dan ada kesalahan yang tak disadari. Jika sudah menyadarinya, jangan tunda besok untuk segera memperbaikinya karena kematian tidak menunggu besok jika Tuhan menghendaki.

Untuk twitter, banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mempercepat pembersihan, misalnya www.tweeteraser.com, www.gocardigan.com dan sebagainya. Setelah selesai, jangan lupa revoke access dan ganti password. Jika ingin melakukan pembersihan massal dengan aplikasi, tweet archive hanya bisa dilakukan terhadap 3200 tweets per minggu. Jadi, harus bertahap. Jika ingin menghapus semua dan mulai lagi dari 0 tweet, bisa menggunakan aplikasi www.twitwipe.com.

Untuk facebook, tinggal membuka activity log dan bisa dimulai dari tahun terlama lebih dahulu. Bisa juga menggunakan filter apakah akan menghapus status dulu, likes dulu dan sebagainya.

Untuk instagram, lebih baik melakukan penghapusan secara manual. Jangan lupa membuka archive insta story untuk menghapus secara permanen.

2. PEMBERSIHAN FOLLOWERS, FOLLOWING DAN LIKES


Ada pepatah yang mengatakan, temanmu adalah cerminan siapa dirimu. Followers dan following memang tidak sepenuhnya tepat disebut teman karena banyak yang tidak kita kenal. Tapi mereka melekat pada akun media sosial kita, jadi harus kita kontrol. 

Tentu akan heboh sekali jika keseharian sering menasehati orang untuk hidup di jalan lurus tapi follow akun-akun porno. Jadi pastikan untuk tidak follow akun porno karena bisa saja itu terjadi tanpa sengaja misalnya akun yang kita follow tersebut dibajak atau diperjualbelikan.

Paling bahaya adalah likes di twitter karena akun-akun judi dan porno sering nebeng hashtag trending topic. Bisa saja kita like tanpa sengaja ketika sedang scroll hashtag tersebut. Dalam perang buzzer di pemilu 2019 lalu, daftar likes sering digunakan untuk mempermalukan dan menjatuhkan lawan. Unfollow juga akun-akun yang gemar berkata kasar dan menyebarkan hoax.

Followers memang bukan tanggung jawab kita, tapi tak ada salahnya block akun-akun judi, porno, dan sejenisnya.

3. TUTUP AKUN


Saat ini sudah biasa orang punya akun di semua platform media sosial meski hanya untuk sekedar punya. Ada juga yang punya lebih dari satu akun dalam satu platform meski tak punya usaha atau misi online. Sebagian orang bahkan punya akun alter ego hanya untuk memaki-maki hal-hal yang tidak disukainya. Dengan demikian dia tetap bisa menjaga image di akun personal.

Coba dicek ulang, akun media sosial apa sajakah yang dimiliki dan apakah semuanya aktif? Jika ada yang tidak aktif, sebaiknya dihapus saja. Sisakan yang benar-benar aktif. Selain untuk mengurangi sampah digital, juga untuk mengosongkan bilik-bilik dalam otak kita. Jika kita membuka sebuah akun, sebenarnya kita telah menggunakan nol koma sekian sekian sekian persen kapasitas otak untuk tanpa sadar memikirkan akun tersebut. Meski akun tersebut tidak aktif, tapi otak kita terus berpikir bahwa kita memiliki sesuatu disana. Jadi lebih baik dihapus saja.

Mungkin saja ada yang berpikiran, ya sudahlah, sudah lama tidak aktif, nanti akan tenggelam sendiri. Namun jangan melupakan faktor keluarga. Kita tidak pernah tahu sejauh apa anggota keluarga yang ditinggalkan akan memperlakukan peninggalan digital kita. Kasihan sekali jika dia adalah seorang perfeksionis yang sangat mencintai kita. Dia pasti akan menggali jejak digital kita dan berusaha membersihkan yang tidak pantas. Selagi masih hidup, ringankanlah pekerjaannya dengan menghapus akun medsos yang tidak berguna.

4. MEMBAGI PASSWORD


Facebook punya fitur yang memudahkan urusan ketika kita mati. Tinggal membuka setting untuk menunjuk "ahli waris", maka akun kita akan berpindah tangan ke "ahli waris" tersebut ketika kita mati. Terserah dia apakah akan mempertahankan atau menghapus akun milik orang yang telah meninggal tersebut.

Untuk platform medsos lain, terpaksa kita harus membagikan passwordnya. Namun, kita masih punya pilihan untuk menunda membagikan password sampai kita meninggal. Yang penting adalah membuat daftar di platform mana saja kita terdaftar, apa username-nya dan bagaimana passwordnya. Catatan itu kita simpan dan beritahu keluarga dimana kita menyimpan password tersebut.

Bagaimana jika password tersebut disalahgunakan ketika kita masih hidup? Karena itu, penting untuk menanamkan kejujuran dan saling menghargai hak pribadi dalam keluarga agar tidak ada yang berani membuka catatan kita tanpa ijin. Jika kondisinya benar-benar tidak bisa dikontrol, pilih satu saja anggota keluarga yang bisa dipercaya. Jika semua tidak bisa dipercaya? Tulis pesan dan simpan di dompet, dimana catatan tersebut bisa ditemukan.

Hidup sepertinya dipermudah dengan datangnya era digital tapi masih ada sisi ribetnya seperti ini.


5. MENYARING KONTEN


Menyaring konten adalah langkah paling jitu untuk menghindari segala keribetan. Jika sedari awal sebelum kita posting sudah yakin baik dan bermanfaat, kita tidak perlu pusing dengan 4 langkah diatas.

Media sosial dengan mudah menyeret kita ke topik yang sedang tren. Apa-apa diposting. Apa-apa dikomentari. Yang twitwar orang lain dan tidak ada hubungannya dengan kita, tapi kita ikut meramaikan komentar-komentarnya. Yang bermasalah orang lain, tapi kita sibuk screenshoot untuk dibagikan ke platform lain lagi sehingga menambah keributan. Diam-diam pada dasarnya kita suka menjadi pusat perhatian.

Di twitter misalnya, meski sudah tidak follow akun-akun kontroversial, tetap saja twit-twit membara berseliweran akibat retweet dari following kita. Sebaiknya pertimbangkan dulu meski hanya retweet atau RT karena RT lebih dari 6 bulan itu sulit untuk di unretweet atau undo retweet secara manual jika suatu hari kita menyesal menuruti jari yang gatal. RT lama hanya bisa dihapus dengan tweet archive dan beberapa aplikasi yang tentu saja harus menyerahkan beberapa akses akun kita ke aplikasi tersebut.

Jika pembersihan sudah dilakukan, selanjutnya lakukan penyaringan konten agar tidak perlu menyusahkan diri sendiri ketika masih hidup dan menyusahkan orang lain ketika sudah meninggal.


5 Hal Yang Harus Dilakukan Terhadap Akun Media Sosial Sebelum Mati 5 Hal Yang Harus Dilakukan Terhadap Akun Media Sosial Sebelum Mati Reviewed by ibusuri on Kamis, Juni 13, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Diberdayakan oleh Blogger.