Tips Menjalani Ramadan Yang Penuh Berkah Dan Pahala

Alhamdulillah kita sudah sampai di Ramadan lagi. Sehari menjelang Ramadan, semua pasar dan supermarket penuh sesak. Semua ingin menjalankan ibadah bulan Ramadan yang penuh berkah dan pahala ini dengan tenang sehingga persiapan dilakukan habis-habisan sebelumnya.

ramadan
Image by https://pixabay.com/users/Ahmedsaborty-9103736/

Meski demikian, ada saja gangguan orang beribadah sehingga pahala Ramadan lewat begitu saja. Sungguh sangat disayangkan. Bagi para wanita, gangguan yang kerap datang adalah ghibah, konsumerisme dan riya. Tak dipungkiri, majunya komunikasi menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi kemajuan komunikasi memudahkan kita mencari ilmu tapi di sisi lain membuat kita tergoda melihat hal-hal yang menyenangkan padahal tidak bermanfaat.

Semoga tips ini membuat kita bisa saling mengingatkan untuk menjaga agar berkah dan pahala Ramadan jangan sampai lolos.

1. INSTALL APLIKASI AL QURAN DI HP


Sesuai dengan jamannya, maka yang pertama kali terlintas adalah aplikasi Al Quran di ponsel. Sekarang banyak aplikasi Al Quran yang bisa diunduh. Pastikan saja aplikasi tersebut sudah diperiksa oleh Kementrian Agama RI agar tak ada bacaan yang salah upload sehingga mengurangi pahala kita. Aplikasi ini membantu kita mengkhatamkan Al Quran. Bagi yang bekerja di luar rumah, ini merupakan jawaban disaat lalu lintas yang makin hari makin padat sedangkan rumah penduduk makin jauh di luar kota karena mahalnya properti. Mereka bisa membuka aplikasi dan menuntaskan bacaan ketika jalanan macet atau menunggu angkutan umum.

Jika masih ada yang menyukai Al Quran edisi cetak juga tidak masalah, yang penting mudah dibawa dan dibaca. Banyak kok yang masih membawa cetakan ukuran mini. Kesulitan yang biasa ditemui ketika membaca edisi cetak seperti itu adalah tidak bisa dibaca dalam gelap dan tidak bisa dizoom.

2. BELANJA MAKANAN SEPERTI BIASA


Sehari sebelum Ramadan dapat dipastikan pasar dan supermarket penuh sesak sampai tak bisa bergerak. Jika tidak mengejar harga, lebih baik belanja normal saja, harian, mingguan atau pas habis. Karena pada saat itu harga sudah naik, nggak beda jauh dengan Lebaran. Kalau menumpuk stok, harusnya 2 minggu sebelumnya.

Jika karena ingin santai selama Ramadan atau tidak mau capek di dapur, sebaiknya direncanakan dengan teliti agar tidak ada bahan makanan yang busuk, basi atau kedaluarsa. Lagipula sebenarnya daya tampung perut kita sama saja dibandingkan dengan hari lain. Hanya saja keinginan berlebihan untuk menghadiahi diri sendiri dan keluarga karena sudah berhasil puasa pada hari itu kadang membuat para ibu menyetok lebih banyak makanan.

Baca juga: Susahnya Meramu Kata-kata Simpati

3. UTAMAKAN BERBUKA DENGAN KELUARGA


Jadi, sebelum puasa mulai, sudah berapa undangan yang dipegang? Ada bukber PAUD, SD, SMP, SMA, Kuliah, sekantor, sedepartemen, ibu-ibu RT, ibu-ibu RW, ibu-ibu pengajian, komunitas memasak, komunitas fotografi dan lain-lain. Bagi yang masih single undangan tersebut malah bisa menjadi hiburan agar tidak makan sendiri, beda dengan yang sudah berkeluarga.

Idealnya, bukber itu bersama keluarga. Tapi tentu saja dijaman sekarang ada hubungan sosial dengan teman kantor dan kolega yang ingin dipelihara. Maka tak semua undangan harus diterima. Prioritaskan yang kenal dekat sehingga dalam acara itu tidak hanya makan. Usahakan mengajak anggota keluarga jika memungkinkan. Kadang meninggalkan keluarga untuk bukber bukan karena tidak diijinkan tapi karena tidak mau repot, terutama yang anak-anaknya masih kecil.

4. PILAH PILIH UNDANGAN BERBUKA PUASA


Diantara undangan bukber yang menumpuk itu pilah pilihlah berdasarkan penting tidaknya, jangan hanya berdasarkan makan gratis di hotel. Jika masih single, tidak apa-apa setiap hari bukber tapi tetap perhatikan beberapa hal. Yang utama dan sering dilupakan adalah waktu sholat. Jangan ragu untuk permisi setelah minum untuk sholat maghrib dulu. Resikonya, waktu kembali mungkin saja prasmanan sudah acak-acakan atau habis. Tapi bukankah Ramadan juga merupakan ujian keikhlasan?

Bagi yang berkeluarga, sekiranya tidak terlalu penting, utamakan pulang untuk berbuka puasa dengan keluarga. Toh di hari lain masih bisa bertemu dengan teman-teman tersebut.

5. SARING TONTONAN TV


Acara TV selalu meriah tiap buka puasa dan sahur. Acara tersebut memang dimaksudkan untuk hiburan tapi kadang kebablasan, terlebih tak semua timnya muslim. Beberapa acara bertahan cukup lama tiap Ramadan dari tahun ke tahun padahal menyuguhkan adegan body shaming, ngerjain orang tua, membentak-bentak orang yang lebih tua, berlomba kalimat rayuan dan masih banyak lagi yang jauh dari ajaran Islam.

Baca juga: 10 Resolusi Tahun Baru Yang Selalu Ada

6. BATASI MEDIA SOSIAL


Akibat buruk media sosial di Ramadan itu ada 2: membuat kita iri dan membuat kita riya. Bisa dipahami, setelah berbuat kebaikan misalnya sedekah, ada perasaan senang luar biasa. Media sosial membuat kita ingin membagikan momen sedekah tersebut. Lain dengan yang memang punya program pengumpulan sedekah, medsos memang cara paling baik untuk menyebar pengumuman.

Kadang saking senangnya bisa bersedekah, kita pun membanjiri akun kita dengan nasehat kepada orang lain untuk bersedekah. Tak ada buruknya, hanya saja, pilih kalimat baik agar tidak memberi kesan menyuruh karena ada yang telah bersedekah jauh lebih banyak dari kita, hanya saja tidak "mengabarkannya ke dunia".

Tidak hanya sebatas sedekah, sholat, gamis dan makanan juga bisa membuat kita tergoda untuk pamer. Apalagi ibu-ibu nih, masa siang-siang Ramadan pamer lipstik baru dengan foto bibir merah merekah dengan caption buat menyambut buka puasa. Wah! Bisa membatalkan orang lain sebelum buka, bu!

Sebaliknya, kita pun bisa iri dengan postingan orang lain. Melihat keluarga lain selalu seragaman ke sholat tarawih dan Lebaran, maunya juga begitu padahal kebutuhan primer lain masih belum terpenuhi. Melihat teman se geng sudah pesan kue kering atau kuker ke toko favorit, kita nggak mau kalah pengin foto sedang borong di toko itu pula. Padahal tiap tahun kuker tersebut tak pernah habis sampai kedaluarsa karena tiap Lebaran selalu mudik, di rumah tak pernah menerima tamu. Halalbihalal kompleks juga selalu di aula bareng-bareng, tak pernah bertamu ke rumah. Mubazir, kan?

7. PERBANYAK AMALAN SUNNAH


Tantangan manusian jaman sekarang ketika Ramadan adalah waktu. Kesibukan duniawi yang bertumpuk membuat amalan wajib saja sering dilewatkan, apalagi sunnah. Ramadan adalah saatnya untuk "pause" sejenak dan menata prioritas kembali.  Tambahkan amalan sunnah yang hanya bisa dijumpai selama Ramadan dan belum tentu kita tak bisa bertemu lagi dengan Ramadan berikutnya.

Jika biasanya malas melangkahkan kaki ke mesjid, cobalah merasakan kedamaian sekaligus kemeriahan suasana sholat tarawih di mesjid. Ajaklah serta seluruh anggota keluarga. Jangan lewatkan pula untuk mendalami Al Quran dengan ikut tadarus. Pilihlah kelompok tadarus yang dipimpin orang yang ilmunya lebih tinggi dari kita agar ilmu kita bertambah. Ramadan juga waktunya untuk instropeksi, karena itu cobalah masuk ke mesjid untuk itikaf.


8. SEDEKAH TAK PERLU TAKUT MISKIN


Jika di hari lain masih perhitungan dalam bersedekah, maka di bulan Ramadan saatnya belajar ikhlas. Jika melihat perempuan tua berjualan koran di traffic light, tak perlulah meminta uang kembali. Kadang ketika melihat orang kesusahan, meski sudah ada niat baik ingin membantu, tapi masih masih memilih uang pecahan terkecil di dompet. Bagaimana kalau menantang diri memberikan sedekah terbaik yang ada di dompet?

Sebenarnya, ladang sedekah paling mudah dilihat adalah di sekitar kita. Pastikan anak yatim, manula, bahkan orang-orang perantauan yang seorang diri di sekitar kita untuk merasakan hangatnya Ramadan. Tidak hanya sekedar makanan, tapi jika mungkin, ajaklah mereka makan bersama.

Ramadan sudah datang berulang kali kepada yang berumur panjang. Semoga kedatangannya kali ini kita sambut lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selamat menjalankan ibadah Ramadan.

Tips Menjalani Ramadan Yang Penuh Berkah Dan Pahala Tips Menjalani Ramadan Yang Penuh Berkah Dan Pahala Reviewed by ibusuri on Minggu, Mei 05, 2019 Rating: 5

6 komentar:

  1. Mak, kurang satu tipnya. Cari takjil di masjid :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm harusnya jadi penyedia dong, bukan pencari :D

      Hapus
  2. Aku malah gak ada undangan sama skali berbuka puasa, krn bertepatan dgn masa2 menyusui :)

    Iya aku setuju, soal makanan jgn dibikin repot. Makanlah sesuai porsi dan urusan belanja sayuran dan buah juga aku dibikin mudah, belanja seminggu sekali aja biar gak cepet basi atau busuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fokus menyusui ya? Semoga sehat terus bayi & ibunya. :)

      Hapus
  3. Terimakasih sudah membagikan tips yang sangat bermanfaat ini, salam untuk semuanya. Marhaban ya ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa...

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Diberdayakan oleh Blogger.