Berapakah Biaya Kuliah Atau UKT UGM 2019 Untuk Program Sarjana? Mampukah Membayarnya?

UKT adalah biaya kuliah yang harus dibayar mahasiswa tiap semester. Biaya kuliah adalah sumber kecemasan orangtua setelah anak mereka diterima di perguruan tinggi. Bagaimana dengan Uang Kuliah Tunggal atau UKT UGM 2019? Benarkah UKT UGM itu selalu sangat tinggi? Mampukah orangtua dan mahasiswa membayarnya?

BAGAIMANA UKT DITETAPKAN?


Pertama yang harus diingat ketika mendaftar ulang ke perguruan tinggai adalah bahwa lembaga tersebut kita percayai akan mendidik lulusan yang berintegritas dan bertanggung jawab dan. Karena itu, jangan memulainya dengan kebohongan-kebohongan.

Seringkali kami mendengar gosip si A sebenarnya mampu tapi pura-pura miskin agar bisa dijamin Bidikmisi. Sejauh ini kami belum pernah mendapatkan bukti penipuan yang seperti itu, baru sebatas gosip. Jika benar ada, kami memang lebih suka menyebutnya sebagai penipuan. Tak perlu memperhalus istilah, mengingat perbuatan tersebut sama saja mengambil hak yang benar-benar tidak mampu.

Baca: Apa Yang Harus Dilakukan Setelah Lolos SNMPTN

Berdasarkan keterangan dari perwakilan UGM dalam pertemuan antara PTN se DIY dengan orangtua murid di sebuah SMAN kota Yogyakarta, diungkapkan bahwa besaran UKT UGM itu sama saja antara mahasiswa yang diterima melalui jalur paling awal yaitu SNMPTN sampai jalur paling akhir, yaitu UTUL. Yang menentukan besaran UKT bukan bagaimana mahasiswa diterima tapi kemampuan orangtua atau wali mahasiswa tersebut.

Jadi, para orangtua yang anaknya belum diterima hingga SBMPTN jangan mengkhawatirkan soal uang kuliah ini secara berlebihan. Karena perlakuannya sama saja. Lebih baik fokus berjuang agar putra putri mereka diterima di UGM.

Ada pula pertanyaan, sepertinya secara ekonomi jauh dibawah orangtua teman anaknya, tapi mengapa UKT bisa sama? Ini sebabnya bisa bermacam-macam, antara lain banyaknya tanggungan dan kejelasan data. Kita tak pernah tahu dalamnya orang lain itu seperti apa. Kelihatannya semua punya tapi masih kredit, misalnya. Sedangkan anaknya banyak.

Masalah kejelasan data ini sangat ditekankan oleh narasumber tadi. Ada beberapa level UKT dimana yang paling tinggi levelnya adalah yang paling mahal. Biasanya data yang tidak jelas tidak akan dibahas terlalu panjang oleh panitia, melainkan langsung diletakkan di level teratas. Ketidakjelasan data bisa saja disengaja agar panitia tidak meletakkannya di level yang tinggi. Bagaimana jika tidak sengaja?

Jika orangtua atau mahasiswa menganggap panitia telah salah meletakkan mereka di level UKT yang tinggi sedangkan mereka merasa data yang diupload cukup jelas, mereka bisa mengajukan keberatan ke prodi yang bersangkutan.

BERAPAKAH UKT UGM 2019?


Kami sudah menelusuri besaran UKT UGM 2019 di situs resminya, yaitu https://um.ugm.ac.id/v.2015/id_home.php?l=aWRfcGFnZSMxOTAxMTEzMiNVYW5nIEt1bGlhaCBUdW5nZ2FsIzEjUHJvZ3JhbSBTYXJqYW5h.

Keterangan dalam situs tersebut menyebutkan bahwa UKT UGM tahun 2019 untuk program sarjana atau S1 sama dengan tahun 2018 atau tidak ada kenaikan

UKT UGM 2019 dibagi menjadi 8 level. Ini berbeda dengan tahun 2017 yang hanya 6 level. Level 1 adalah mahasiswa Bidikmisi yang tidak perlu membayar sepeser pun. Untuk level 8 ditujukan untuk para orangtua dengan penghasilan diatas 30 juta rupiah per bulan. Besaran UKT level 8 berbeda tiap prodi atau program studi. Dasar penetapan tersebut belum kami ketahui. Namun sepertinya popularitas dan banyak sedikitnya praktikum di prodi tersebut turut menentukan tinggi rendahnya besaran UKT tiap level.

Pembagian level UKT UGM 2019 adalah sebagai berikut:


pembagian level ukt ugm


Dibawah ini adalah tabel UKT UGM 2019 untuk program sarjana yang harus dibayarkan tiap semester.

Dalam tabel tersebut terlihat bahwa UKT terendah ada di kelompok bahasa, sedangkan UKT tertinggi ada di kelompok kedokteran.

ukt ugm 2019
ukt kedokteran ugm
ukt sastra ugm
ukt teknik ugm

USAHA MENGURANGI BESARAN UKT


Dinamika kehidupan itu kadang tidak seperti yang diharapkan. Ketika masih mahasiswa baru orang tua sanggup membayar UKT yang telah ditetapkan, tetapi di tengah jalan kesulitan muncul sehingga UKT tersebut terasa berat.

Adapula yang tahun berikutnya memiliki adik yang juga mulai kuliah sehingga beban UKT bertambah.

Untuk kondisi tersebut, mahasiswa bisa mengajukan keringanan. Tata cara permohonan keringanan bisa dilihat di masing-masing prodi. Dari Himpunan Mahasiswa juga memberikan pendampingan bagi yang mengalami kesulitan tersebut.

Baca pula: SV UGM Buka 13 Program D4 Setingkat Sarjana Bergelar Sarjana Terapan S.Tr.

MERINGANKAN BEBAN ORANGTUA


Mahasiswa itu memang utamanya belajar agar lulus tepat waktu karena dalam kurikulum saat ini ada pembatasan masa kuliah. Tidak ada lagi istilah mahasiswa abadi. Pilihannya hanya lulus atau drop out. Namun demikian, masa kuliah juga merupakan masa yang paling tepat untuk pengembangan diri sebelum benar-benar mandiri setelah menjadi sarjana. Jadi, jangan hanya belajar thok.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh mahasiswa untuk mendapatkan penghasilan dengan meminimalkan terganggunya waktu belajar.

  1. Menjadi Tentor. Ini adalah pekerjaan sampingan yang banyak dilakukan oleh mahasiswa UGM. Di Jogja, banyak sekali bimbingan belajar yang bisa dilamar. Jika tidak mau terikat, mahasiswa bisa mengiklankan diri membuka kursus privat.
  2. Menjadi asisten dosen. Jaman sekarang tidak perlu menunggu menjadi mahasiswa super senior untuk menjadi asisten dosen. Di semester 3 sudah banyak lowongan asisten dosen, tapi tentu saja untuk mata kuliah dasar dan umum. 
  3. Berburu beasiswa. Banyak sekali beasiswa yang ditayangkan di situs resmi UGM www.ugm.ac.id . Kadang ada yang mengeluh ingin meringakan beban orangtua tapi tidak bisa mendaftar karena tidak masuk dalam keluarga tidak mampu. Padahal sebenarnya ekonomi keluarga mereka juga tidak bisa dibilang berlebih. Tak perlu merasa terjebak. Ada beberapa beasiswa yang didasarkan pada pencapaian akademik, organisasi dan prestasi lainnya. Yang penting, rajin-rajin saja memantau dan mencari informasi.
  4. Bekerja paruh waktu. Ada beberapa pekerjaan paruh waktu yang bisa dilamar, baik online maupun offline. Informasi seperti itu bisa dipantau di media sosial.
Demikian tentang biaya kuliah atau UKT. Semoga tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita menjadi seorang cendekiawan di bidang masing-masing. Semangat!

Posting Komentar

0 Komentar