Selasa, 26 Maret 2019

Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Salah satu syarat mendaftar ulang sebagai mahasiswa baru adalah membuat SKBN, yaitu Surat Keterangan Bebas Narkoba atau NAPZA. Ini salah satu contoh pengalamannya.

rs pku muhammadiyah jogja
Foto dari republika.co.id


Sebenarnya surat keterangan yang diminta berhubungan dengan kesehatan calon mahasiswa baru ada 3:

  1. Surat keterangan sehat.
  2. Surat keterangan bebas NAPZA (Narkotika, Psikotropika Dan Zat Adiktif).
  3. Hasil laboratorium pemeriksaan NAPZA.
Untuk surat keterangan sehat bisa didapatkan dari dokter umum dimana saja. Tapi untuk surat keterangan bebas NAPZA hanya ada di puskesmas besar dan rumah sakit. Daripada mondar-mandir, sekalian saja periksa semuanya di satu tempat.

Apakah SKBN bisa didapat di BNN (Badan Narkotika Nasional)?


Dahulu saya sudah mencoba ke BNN tapi disarankan ke rumah sakit saja. Tapi belakangan BNN bisa menerima tes untuk mendapatkan SKBN dalam penerimaan CPNS, bahkan gratis. Inipun saya tidak paham apakah peserta sebanyak itu diberikan test kit gratis atau membawa sendiri-sendiri? Jadi akan saya ceritakan yang sudah saya lakukan saja.

Kami sudah beberapa kali meminta surat keterangan sehat dan SKBN di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogja untuk berbagai kepentingan, antara lain syarat daftar ulang mahasiswa baru dan kejuaraan olahraga. 

Pemilihan RS ini karena alasan praktis saja, yaitu untuk menuju ke laboratoriumnya tidak perlu menjelajah rumah sakit yang besar. Cukup parkir di Jl Bhayangkara, kita bisa masuk ke laboratoriumnya melalui pintu samping tersebut. Pelayanannya cukup simple dan cepat. Meski tak semurah puskesmas, tapi biaya disini termasuk murah jika dibandingkan dengan rumah sakit lain.

Untuk pasien baru, mengisi formulir dulu ya untuk mendapatkan kartu pasien elektronik. Sedangkan untuk pasien lama bisa langsung mendaftar untuk diperiksa. 

Langkah-langkah pemeriksaan bebas narkoba atau NAPZA:

  1. Menyerahkan kartu pasien yang didapat dari counter pendaftaran ke UGD. Mengapa UGD? Karena disana selalu ada dokter umum jaga. 
  2. Petugas UGD akan memeriksa kondisi umum, seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah dan suhu badan.
  3. Petugas UGD memberikan formulir yang berisi daftar apa saja yang harus diperiksa. Lalu bersama formulir tersebut kita diarahkan menuju laboratorium.
  4. Di laboratorium kita akan diberi wadah untuk menampung sedikit air seni kita sebagai bahan pemeriksaan bebas NAPZA.
  5. Bersama hasil laboratorium, kita akan diarahkan kembali ke UGD.
  6. Dokter jaga akan memeriksa semua hasil pemeriksaan untuk memberikan kesimpulan berupa surat keterangan sehat dan surat keterangan bebas NAPZA.
  7. Surat keterangan langsung diberikan pada pasien dan pemeriksaan pun selesai.
Terakhir, kita harus membayar di kasir yang terletak di halaman depan. 

Kok surat keterangannya nggak ditahan dulu? Nggak takut pasien tidak membayar dan melarikan diri, ya? RS PKU Muhammadiyah berada dibawah institusi agama Islam sehingga ikhlas dan percaya pada pasien. Kita saja yang harus tahu diri dan takut dosa. 

Perlu diketahui, RS ini sangat berjasa ketika gempa besar Jogja yang menewaskan ribuan nyawa dulu. Kala itu korban memenuhi selasar rumah sakit. Saya melihat sendiri karena waktu itu saya mencari teman saya yang juga menjadi korban. Jadi, jangan pernah terpikir untuk ngemplang, ya. Besar dosanya.

Lalu berapa biaya membuat surat keterangan sehat dan SKBN di RS PKU Muhammadiyah Jogja?

  • Biaya UGD: Rp 55.000,-
  • Biaya laboratorium: Rp 46.000,-
  • Total Rp 101.000,-
Bagaimana? Murah, kan?

Untuk informasi hubungi:
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Jl KH Ahmad Dahlan No 20 Yogyakarta
Telepon (0274) 512 653

2 komentar:

  1. Seneng ada rumah sakit berbasis Islam, jadi ikhlas gitu jika ga bayar ya mb. Tapi ya masa kita ga bayar, aduuh.
    Ternyata murah juga bikin SKBN ini.Dulu kayaknya pas aku kuliah belum ada syarat beginian, berarti udah berubah makin maju

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.