Kenali 7 Tanda Abusive Relationship Ini Sebelum Sulit Kamu Akhiri

Abusive relationship itu berasal dari pasangan yang punya masalah emotional abusive sehingga membahayakan salah satu atau keduanya. Kenali 7 tanda abusive relationship ini dan akhiri secepatnya!


abusive relationship
Pic by pexels.com

Relationship abuse is a pattern of abusive and coercive behaviors used to maintain power and control over a former or current intimate partner. Abuse can be emotional, financial, sexual or physical and can include threats, isolation, and intimidation. Abuse tends to escalate over time. When someone uses abuse and violence against a partner, it is always part of a larger pattern of control. http://stoprelationshipabuse.org/educated/what-is-relationship-abuse/

Abusie relationship adalah hubungan yang didalamnya ada pola kekejaman dan pemaksaan untuk mempertahankan kekuasan atas pasangan. Perlakuan kejam tersebut bisa secara emosi, keuangan, seksual dan fisik, menggunakan ancaman, isolasi dan intimidasi. Perlakuan kejam ini punya kecenderungan merupakan bagian dari usaha untuk melakukan kontrol lebih besar lagi.

Jadi, makin lama kamu biarkan, makin sulit kamu tinggalkan. Akhiri secepatnya begitu mengenali 7 tanda abusive relationship ini!

Note: pelaku abusive relationship itu bisa laki-laki dan perempuan. Namun dalam masyarakat yang masih cenderung pratiarkhi, pelakunya kebanyakan laki-laki. Apapun itu, jangan sampai terjebak dalam hubungan yang seperti itu.

Bukankah mencintai itu berarti juga bersamanya dalam kondisi terburuknya? Benar! Tapi dalam hubungan yang abusive, pertaruhannya terlalu besar. Selain diri kita, anak-anak, bahkan keluarga besar bisa ikut terseret.

Apakah pelaku abusive relationship bisa disembuhkan? Mungkin. Tapi itu lebih banyak tak ada hubungannya dengan pasangan. Kebanyakan pelaku telah menumpuk masalah tersebut sejak kecil, jadi dia dan masa lalunya yang harus disembuhkan dulu, dan itu bukan tanggung jawab pasangan. Berhentilah merasa bersalah. Lebih baik selamatkan yang belum terlalu banyak terpapar kondisi yang tidak sehat, diri sendiri dan anak, kalau ada.

Mengapa abusive relationship harus segera diakhiri? 


  • Tidak baik bagi kesehatan mental korban. Korban bisa percaya dengan label yang ditanamkan pelaku, bahkan bisa gila.
  • Bisa merembet ke kekerasan fisik hingga berakhir dengan kematian.
  • Jika ada anak, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang mengalami gangguan perilaku yang sama dengan pelaku atau sebaliknya menjadi sangat tertutup dan tidak berdaya seperti korban.
  • Abusive relationship bukan cek cok pasangan biasa, melainkan sudah masuk dalam wilayah kejahatan domestik.

7 Tanda Abusive Relationship:


1. Mudah Emosi Tapi Cepat Minta Maaf


Jika kaget melihat si dia yang tiba-tiba marah besar, waspadai apakah itu marah yang beralasan atau memang dia punya kebiasaan marah seperti itu.

Yang membuat pasangan sering galau adalah setelah meledak seperti itu, si pelaku selalu minta maaf yang berlebihan. Bisa jadi caranya minta maaf malah lebih mengesankan dibandingkan pasangan lain. Bisa menghujani bunga dan kalimat romantis, mengajak jalan-jalan, bahkan sampai menangis meski laki-laki.

Kesalahan utama korban adalah menerjemahkan permintaan maaf itu sebagai penyesalan mendalam terhadap orang yang sangat dicintainya.

Cinta mungkin iya. Menyesal mungkin iya. Tapi cintanya tak lebih dari egonya sendiri. Sedangkan penyesalan akan dijadikannya sebagai rantai untuk mengikat korban sehingga korban tak berpikir untuk meninggalkannya.

Ledakan emosi dan minta maaf ini akan berulang dan meningkat ekskalasinya ketika dia sedang tertekan, lalu menjurus ke kekerasan fisik.

2. Suka Mengungkit-ungkit Kesalahan Pasangan


Kesalahan pasangan adalah kunci yang akan dipegang pelaku selamanya. 

Kesalahan tersebut tidak selalu merupakan kesalahan besar, misalnya perselingkuhan. Kesalahan kecil seperti telat menyajikan sarapan saja bisa membuat pelaku membuka tabungan kesalahan korban. Jika terus berulang, korban akan percaya bahwa dirinya memang tidak kompeten dalam hal apapun, terutama sebagai pasangan. Dia akan bergantung pada pelaku dan tidak berani memutuskan atau bertindak tanpa persetujuan pelaku.

3. Suka Mengatur Aktivitas Pasangan

Pelaku abusive relationship tu sudah pasti control freak. Dengan mengatur aktivitas pasangan, dia memastikan pasangan tersebut patuh padanya dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Dia sama sekali tidak bisa mentoleransi perbedaan pendapat, apalagi perbedaan keinginan. Dia melihat sedikit saja ketidaksesuaian sebagai potensi besar untuk membuat semuanya berantakan. Dia takut pasangan akan memberontak dan meninggalkannya atau melaporkannya ke polisi.

4. Tampil Dengan 2 Sosok Yang Berbeda


Pelaku abusive relationship tak selalu berpenampilan galak. Jika penampilannya tak menyenangkan, tentu keluarga atau teman terdekat akan mengingatkan korban. Memang, peringatan dari orang terdekat tak selalu efektif, terutama jika sedang taraf pacaran sehingga berada dalam puncak cinta atau ketika sudah berkeluarga karena takut dianggap gagal. Sayangnya, seringkali pelaku bersikap biasa saja diluar rumah sehingga korban ragu untuk mengadu kepada orang lain karena takut dibilang mengada-ada, manja, banyak maunya, salah paham dan sebagainya.

5. Pandai Menanamkan Rasa Bersalah


Sudah babak belur tapi masih membela pelaku abusive relationship? Itu bisa saja terjadi jika si pelaku pandai menanamkan rasa bersalah. Ada korban yang menerima itu sebagai hukuman yang pantas karena gagal menjadi pasangan idaman. Dalam pikiran korban, kalau bukan karena dia yang bikin gara-gara, pasti pelaku tak akan semarah itu.

6. Mengontrol Sumber Keuangan

Yang ini terjadi bagi yang sudah berumah tangga atau mungkin yang serumah tanpa menikah. Sumber keuangan akan disandera karena merupakan bisa dijadikan sumber kekuatan oleh korban untuk meninggalkan pelaku. Mengontrol sumber keuangan tak berarti melarang korban untuk bekerja. Bisa saja korban tetap bekerja tapi penggunaannya dalam penguasaan pelaku.

7. Mengecilkan Potensi Pasangan


Tujuannya adalah untuk membuat korban merasa tak bisa mandiri tanpa pelaku. Meski keadaannya sudah buruk tapi meninggalkan pelaku, apalagi melaporkan perbuatannya ke polisi, akan membuat keadaan lebih buruk lagi.

Manusia itu tak ada yang sempurna. Korban dan pelaku sama-sama bisa berbuat salah. Cek cok bisa saja terjadi. Marah itu wajar. Tapi sekali tangan melayang, bersiaplah mengenali tanda-tanda abusive relationship sebelum sulit kamu akhiri.

Kenali 7 Tanda Abusive Relationship Ini Sebelum Sulit Kamu Akhiri Kenali 7 Tanda Abusive Relationship Ini Sebelum Sulit Kamu Akhiri Reviewed by ibusuri on Februari 10, 2019 Rating: 5

1 komentar

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Masterchef

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →