Tips Agar Anak-anak Suka Kegiatan Outdoor Hingga Naik Gunung

Kegiatan outdoor, termasuk mendaki gunung, tidak mudah dilakukan oleh seluruh keluarga apalagi yang masih punya anak kecil. Tapi bukan berarti tidak bisa.

kegiatan outdoor keluarga


Artikel ini terinspirasi oleh blog www.garisbatas.com milik mas Moko. Blog tersebut banyak memuat artikel tentang keluarga mas Moko, seperti umumnya blog personal. Namun ada yang berbeda, yaitu banyaknya kegiatan outdoor yang diikuti oleh seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali. Kegiatan outdoor mereka tidak sekedar pergi ke spot-spot selfie seperti yang sedang tren sekarang, melainkan lebih banyak berkemah, trekking hingga hiking. Gunung Semeru dan gunung Gede ada dalam tujuan pendakian mereka di postingan terbaru blog tersebut.

Banyak terjadi, dua manusia pendaki gunung menggantung ransel setelah menikah dan punya anak. Si ibu mulai jarang berlatih karena sibuk dengan anggota-anggota keluarga baru. Mau naik gunung lagi tapi bingung dimana menitipkan anak-anak, lagipula napas sudah tidak kuat lagi. Sedangkan anak-anak seringkali dianggap terlalu rapuh untuk diajak menantang alam yang sulit ditebak. Sementara si bapak pun punya alasan khas yaitu sehari-hari sudah sibuk bekerja sehingga jika ada waktu luang inginnya gegoleran saja di rumah. Tapi tidak demikian dengan keluarga ini.

Tak ada alasan untuk menitipkan anak ketika ingin melakukan kegiatan outdoor yang menantang. Anak-anak itu sangat adaptif tapi tentu saja tidak bisa mendadak dari main games di rumah tiba-tiba diajak menginap di alam terbuka yang untuk kesana harus berjalan ditengah panas dan hujan.

Seperti halnya seorang atlit, untuk menjelajahi alam perlu persiapan fisik yang memadai. Anak-anak harus diakrabkan dahulu dengan kelelahan dan ketidaknyamanan. Anak-anak mudah rewel jika berada diluar zona nyamannya, apalagi jika sedang kelelahan. Mereka harus dilatih untuk paham bahwa ada tujuan di ujung sana sehingga segala lelah tersebut merupakan proses ke arah tujuan itu.

Beruntung mas Moko mau berbagi tips agar anak-anak menyukai kegiatan outdoor, bahkan tak ragu mengajak mereka naik gunung.

Berikut tips dari mas Moko:

1. Dimulai sejak dini. 

Biasanya orang lain sering mengajak anak-anak mereka jalan-jalan ke mall atau wisata di dalam kota. Kalau saya tidak demikian. Sejak anak masih dalam gendongan, sudah sering saya ajak kegiatan-kegiatan outdoor.

2. Dimulai dari yang ringan-ringan dulu. 

Kegiatan alam bebas pertama sekali yang saya ajaran ke anak dan keluarga adalah berkemah di bumi perkemahan yang sudah ada management-nya, artinya sudah ada toilet, supply makanan, kamar mandi, dan lain-lain. Perlahan ditingkatkan dengan kegiatan outdoor yang lebih ekstrim.

3. Libatkan anak-anak dalam pengambilan keputusan dan tugas-tugas saat berada di kegiatan outdoor tersebut. 

Maksudnya di sini adalah dengan membiarkan anak-anak kita ikut memasak saat berkemah, atau libatkan anak-anak dalam memutuskan arah jalan ketika trekking di alam bebas. Dengan begini, mereka akan turut merasakan asiknya kegiatan tersebut.

4. Rutin berolah-raga bersama keluarga. 

Selain hal di atas, persiapan fisik juga perlu dilakukan, jalan pagi bersama keluarga secara rutin sudah cukup untuk mempersiapkan keluarga kita siap secara fisik untuk kegiatan alam yang membutuhkan fisik yang prima.

Sepertinya mudah tapi tidak akan berhasil jika orangtua tidak telaten karena tips tersebut merupakan proses yang bertahap dan lama. Yang tersulit tentulah mempercayai keputusan anak-anak dan membiarkan mereka melakukan kegiatan rutin, seperti memasak, apalagi di tempat yang asing. Orangtua cenderung suka mengambil alih agar cepat beres. Padahal mempercayai anak-anak adalah modal untuk menjaga semangat dan kesenangan berpetualang.

Nah, ayo dicoba tips tersebut. Anak-anak yang akrab dengan alam biasanya akan lebih sabar tapi sekaligus gigih. Yang lebih penting lagi, mereka akan belajar team work dalam situasi yang sesungguhnya.

Posting Komentar

7 Komentar

  1. Anak2 saya yang remaja udah gak mau diajak jalan bersama. Seandainya saya baca tips di sini sejak dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka sudah asik dengan teman sebaya ya?

      Hapus
  2. Rutin melakukan olah raga sejak kecil penting banget untuk modal nantinya mendaki gunung karena nafas jadi kuat ngga mudah ngos-ngosan ya,kak.
    Duh, aku jadi waktu kecil dulu sering diajak papaku blusukan ke gunung buat berburu babi hutan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ternyata memang benar nggak bisa mendadak ya mas, harus latihan dari kecil.

      Hapus
  3. Ibuu, kami pengen juga niy bisa berpetualang di outdoor lebih banyak. Semoga teteup semangat meski dari tahun ke tahun ada bayi :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bayinya dilatih jalan jauh mbak kalau sudah agak gede.

      Hapus
  4. harus itu ya biar anak2 bergerak bebas

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.