Tips Memilih Bimbel Untuk Kelas 12 SMA Menghadapi SNMPTN dan SBMPTN

Jadi kelas 12 SMA sudah mulai perjalanan berat menuju SNMPTN dan SBMPTN. Karena itu, ibu suri ingin berbagi pengalaman memilih bimbel atau bimbingan belajar.

bimbel snmptn sbmptn


Bimbingan belajar itu perlu atau tidak? Itu tergantung kebutuhan si anak. Orangtua harus aktif bertanya dan percaya dengan jawaban si anak. 

Jika si anak merasa tidak perlu, orangtua harus percaya si anak memang tidak perlu. Tiap anak punya gaya belajar yang berbeda. Ada yang hanya bisa belajar jika sepi sendiri, ada yang bisa belajar sendiri ditemani lagu-lagu, ada yang suka belajar dengan diskusi dan sebagainya. Tak perlu mengubah gaya belajar karena panik sebentar lagi ujian masuk perguruan tinggi. Bisa-bisa malah menghancurkan pola yang sudah tertata dan membuat si anak kacau. Yang penting selama ini ananda sudah membuktikan bahwa cara itu efektif.

Baca juga: Mengenal Jalur-jalur Masuk Perguruan Tinggi

Tapi jika ananda belum menunjukkan hasil yang memuaskan, cobalah pendekatan lain. Mungkin sebenarnya dia butuh bantuan, hanya saja belum ada yang cocok. Tawarkan beberapa alternatif, misalnya membeli lebih banyak buku latihan, mendaftar aplikasi belajar online, memanggil guru les privat atau daftar bimbel. 

Ketika memilih bimbel atau bimbingan belajar, ingatlah selalu bahwa tujuannya adalah membantu ananda belajar. Karena itu jangan hanya tergiur dengan iklan dan janji-janji.


Seluruh perhatian siswa kelas 12 dan orangtua di Indonesia adalah bagaimana caranya menembus SNMPTN dan SBMPTN. Ini menjadi dasar bagi bimbel tumbuh subur. Jualannya tentu saja jaminan masuk perguruan tinggi negeri atau PTN. 

Tunggu! Jaminan? 

Betul, hampir semua bimbel menawarkan jaminan masuk PTN. 


Wow, apakah berarti bimbel bekerja dengan orang dalam PTN?
Nah, disinilah jebakannya. Karena jaminan ini diikuti dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Syarat dan ketentuan inilah harus diperhatikan benar-benar.

Selengkapnya, berikut hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih bimbel atau bimbingan belajar untuk menghadapi SNMPTN dan SBMPTN:

1. KAPAN MULAI BIMBEL?

Biasanya bimbel punya program: 
  • dari awal semester 5 sampai SBMPTN
  • setelah semester 5 sampai SBMPTN
  • intensif SBMPTN setelah pengumuman SNMPTN. 
  • khusus untuk menghadapi test PT ikatan dinas seperti USM PKN STAN, tes IPDN, tes ujian masuk seperti UTUL UGM dan Simak UI, dan sebagainya. 
Sesuaikan saja dengan kemauan dan kemampuan si anak, serta tentu saja dana yang dimiliki.

Sebagai gambaran biaya bimbel atau bimbingan belajar kelas 12 di Jogja tahun 2018, untuk program dari awal semester 5 hingga SBMPTN berkisar antara Rp 5.000.000,- hingga Rp 20,000,000,-. 

Tergantung fasilitas yang diberikan, jumlah siswa dalam satu kelas dan jaminan yang diberikan. Biasanya semakin awal mendaftar, semakin murah. Beberapa bimbel juga memberikan diskon besar untuk ranking 1-3 di kelas. Jika sudah mengincar bimbel tertentu tapi dana belum mencukupi, cobalah bertanya untuk mengangsur.

Baca juga: SNMPTN, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri

2. FASILITAS YANG DIBERIKAN

Bimbel zaman now sudah termasuk buku cetak dan try out. Kelas bimbel dilengkapi dengan ruangan yang nyaman dengan AC. Kalau tidak dingin, sudah pasti tidak bisa bersaing dengan bimbel lainnya. Karena belajar dalam suasana gerah itu susah untuk konsentrasi. Ibu suri percaya sekali dengan chemistry. Karena itu, ajak ananda keliling ke bimbel yang ada di sekitar. Biarkan dia merasakan suasananya dan memilih mana yang membuatnya sreg. 
Tanyakan pula, apakah bimbel menjembatani kebutuhan siswa untuk konsultasi pelajaran sekolah dengan tentornya. Satu kelas bimbel bisa terdiri dari berbagai sekolah yang berbeda. Jika bimbel di awal semester 5, berarti dia harus mengejar nilai rapor yang bagus dulu agar lolos SNMPTN. Kadang si anak sungkan minta waktu langsung ke tentor sehingga peran aktif pengelola bimbel untuk menyediakan waktu tersendiri sangat dibutuhkan.

3. JUMLAH SISWA PER KELAS

Rata-rata sekolah umum di Indonesia itu menampung 30-35 siswa. Nah, rata-rata bimbel juga berjumlah sama per kelas. Semakin sedikit jumlah siswa lebih baik, tapi tentu saja biayanya lebih mahal. Kalau dana cukup, malah bisa privat, yaitu satu tentor satu siswa atau tentor datang ke rumah. Hanya saja, kelas privat kurang membangun suasana kompetitif, terutama bagi anak yang mau ikut SBMPTN dan tes-tes khusus lainnya.

4. PELIBATAN ORANGTUA

Ada bimbel yang membuat ortu bisa lepas tangan, paling-paling hanya antar jemput. Ada pula yang melibatkan ortu secara aktif dalam pertemuan-pertemuan rutin. Ingat, yang mau bimbel adalah si anak. Tidak semua anak senang diawasi secara melekat seperti di sekolah. Meski ini penting untuk masa depan si anak dan keluarga, tapi berilah mereka sedikit ruang untuk bernafas. Dengan ruang yang lega, mereka bisa berpikir lebih baik. Tapi jika si anak terbiasa dalam bimbingan lekat ortu, sebaiknya ortu tidak segan untuk terlibat aktif.

5. TENTOR YANG KOMPETEN

Promo bimbel biasanya mengedepankan tentor dari sekolah atau perguruan tinggi favorit. Meski terlihat wow, tapi itu bukan jaminan si anak paham dengan yang diterangkan. Kebanyakan malah bosan dengan cara mengajar ala guru sekolah. Itulah sebabnya, bimbel favorit biasanya memiliki tentor yang funky supaya siswa punya pikiran yang segar setelah siangnya full untuk pelajaran sekolah.
Salah satu teknik jualan bimbel yang sudah basi adalah rumus praktis. Siswa zaman now tidak terlampau silau dengan rumus praktis karena sudah banyak yang tersebar di internet. Mereka bisa cari sendiri. Jadi, carilah rekomendasi bimbel yang tentornya memang menguasai teori meski tetap dengan cara menerangkan yang lebih praktis dari guru sekolah.

6. BARENG TEMAN ATAU SENDIRI

Ada anak-anak yang memilih suatu bimbel karena ikut dengan teman-temannya tapi yang memilih bimbel sendiri didampingi ortu.
Anak-anak yang ikut bimbel bersama teman-temannya lebih untuk menciptakan suasana belajar yang sudah familiar. Ini juga keuntungan tersendiri karena jika jumlahnya memadai, ada bimbel yang memberikan kelas khusus dari SMA tersebut sehingga bisa menyesuaikan dengan pelajaran sekolah tersebut. Keuntungan lain, jika mendaftar bersamaan bisa meminta diskon.
Sedangkan anak-anak yang mencari bimbel sendiri biasanya didasari pemikiran bahwa SNMPTN dan SBMPTN adalah perjuangan individual. Bahkan teman sendiri adalah saingan.
Jadi, terpulang pada si anak bagaimana dia memilih bimbel. Yang penting, setiap jadwal les tiba, dia semangat mengikutinya.

Baca juga: Ketika Ananda Tidak Mau Kuliah

7. JAMINAN MASUK PTN

Tiap kita baca iklan bimbel yang mencantumkan jaminan masuk PTN, seringkali kita berpikir, "Ah, masa?"
Pertahankan pemikiran itu agar tidak lengah saking inginnya anak kita diterima di PTN. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Semua pasti ada syarat dan ketentuannya. Tanyakan benar-benar apa yang dimaksud dengan "jaminan masuk PTN" serta apa syarat dan ketentuannya.
Ada yang memberi iming-iming, jika tidak diterima di PTN, maka uang 100% kembali.
Ada yang ternyata tidak mengembalikan 100% tetapi berdasarkan prosentase. Misalnya tidak diterima di PTN melainkan di PTS, maka uang yang kembali hanya sekian persen. Padahal dalam promo kan tidak menyebutkan PTS sama sekali.
Ada yang memberikan syarat berat, termasuk absensi. Padahal biasanya sekolah juga memberikan tambahan pelajaran, motivasi dan bimbingan secara insidentil. Jangan sampai membuat si anak bingung memilih dan merasa bersalah karena ortunya telah mengeluarkan uang sangat banyak untuk bimbel. Ini akan mengacaukan pikirannya.
Yang penting untuk diperhatikan juga adalah rekomendasi teman-teman atau anaknya teman yang pernah les disana. Tak perlu terpukau dengan jumlah siswa bimbel tersebut yang diterima di PTN. Untuk mengejar rekor, tak jarang bimbel membelokkan cita-cita si anak demi "pokoknya diterima di PTN". Jangan sampai si anak diterima di jurusan dan perguruan tinggi yang tidak mereka sukai karena digiring untuk memilih jurusan yang passing grade-nya punya kemungkinan besar untuk masuk.
Kalau si anak benar-benar menginginkan jurusan atau perguruan tinggi tertentu, dia akan rajin belajar dan banyak berdoa. Jikapun tidak bisa masuk S1 PTN, masih ada vokasi PTN yang nantinya bisa melanjutkan ke S1 dan S1 PTS. Banyak PTS yang bagus di seluruh nusantara. Jalan sukses dan jalan gagal itu sama banyak. Salah satu jalan ke masa depan yang gagal adalah memilih jurusan yang tidak sesuai dengan passion.

Masuk perguruan tinggi harus didukung usaha dan doa. Bimbel atau bimbingan belajar adalah salah satu usaha tim kompak anak dan orangtua. Semangat!

Tips Memilih Bimbel Untuk Kelas 12 SMA Menghadapi SNMPTN dan SBMPTN Tips Memilih Bimbel Untuk Kelas 12 SMA Menghadapi SNMPTN dan SBMPTN Reviewed by Ibu Suri on Juli 21, 2018 Rating: 5

2 komentar

  1. dulu dua anakku ikutan bimbel hanya untuk persipana masuk perguruan tinggi , karena aku yakin sekolah sdg bagus mempersiapkan anak untuk uan dan anak juga sdh dimotivasi untuk belajar dg lebih keras

    BalasHapus
  2. Dulu, saya juga ikut bimbel saat duduk di kelas 3 SMU, dengan jaminan dari bimbelnya bisa masuk PTN. Nyatanya saya masuk PTS 😂

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Masterchef

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →