Para Ibu Paruh Baya Juga Dikejar Pertanyaan Kapan

Pertanyaan "kapan" tidak hanya menghantui jomblo dan ibu-ibu muda, melainkan juga para ibu paruh baya yang anak-anaknya sudah besar. 

kapan nikah
Pic: pexels.com

Bahkan lebih miris lagi karena pertanyaan "kapan" itu datang dari berbagai arah.

Pertanyaan dari anak sendiri:
"Mah, bayar uang kuliah paling telat minggu depan, ya? Kapan mamah kasih uangnya?"
"Kata mamah, kalau umurku sudah 17 tahun, aku mau dibelikan motor? Kapan?"
"Mamah, aku sudah nggak tahan lagi sekamar dengan adik. Berisik banget. Kapan mamah buatkan aku kamar sendiri?"

Pertanyaan dari tetangga:
"Kapan si komo lulus kuliah?"
"Kapan mantu?"
"Kapan punya cucu?"

Pertanyaan dari teman:
"Kapan kita reuni sambil jalan-jalan ke Thailand?"
"Kapan kita bikin arisan buat nyambung silaturahmi?"
Dan tentu saja the ultimate pertanyaannya, "Sudah punya rumah, punya mobil dan sudah ke luar negeri kok belum haji? Kapan naik haji?"

Jika para ibu tidak tampak sakit hati, itu sebenarnya salah. Kebanyakan pertanyaan-pertanyaan itu ditelan saja sambil terus berusaha mendapatkan jawabannya. Mereka ngomel-ngomel juga seperti anak muda yang ditanya kapan nikah. Tapi mereka melampiaskannya ke sasaran yang terukur, yaitu suami dan anak-anak, bukan sasaran acak seperti di media sosial.

Jika pertanyaan mengesalkan tentang jodoh bisa disalurkan dengan ngomel-ngomel di media sosial, pertanyaan kapan kepada para ibu paruh baya mengandung uang, kerja keras dan deadline. Yang kuliah S1 lanjut S2 tanpa beasiswa dan belum bekerja bukankah dana tak bisa ditunda? Pertanyaan tentang kapan dibelikan motor pasti akan ditagih terus sama si buyung. Belum lagi pertanyaan tentang haji yang kadang menyudutkan bagi yang sudah pernah ke luar negeri untuk berlibur, walaupun ke destinasi yang murah meriah seperti ke Malaysia.

Pertanyaan tentang anaknya yang sarjana tapi tidak kunjung mendapat pekerjaan dan pertanyaan tentang anak gadisnya yang belum juga berjodoh sebenarnya membuat hati mereka menjerit. Tapi berapa banyak yang ngamuk-ngamuk atau meratap di media sosial? Seringkali si ibu malah bertindak bagai tameng yang menghalau pertanyaan tentang kapan dari para tante dan tetangga itu, agar tidak disampaikan langsung ke si anak. Mereka berusaha agar si penanya cukup puas dengan jawaban si ibu. Si ibu tahu pertanyaan sensitif seperti itu akan membuat si anak sedih atau sakit hati.

Jadi anak muda, jika ibu kalian atau ibu-ibu lainnya bertanya kapan, ingatlah bahwa mereka juga sudah mendapatkan pertanyaan yang tak kalah sadis. Memang ini seperti lingkaran setan tentang kapan. Tapi buat apa saling menyudutkan dengan persoalan kapan ini. Marilah saling menjaga dan menyayangi.

Para Ibu Paruh Baya Juga Dikejar Pertanyaan Kapan Para Ibu Paruh Baya Juga Dikejar Pertanyaan Kapan Reviewed by Ibu Suri on Juli 25, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Masterchef

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →