Masihkah Menerima Tamu Dirumah Atau Mendingan Di Cafe Saja?

Berapa sering menerima tamu di rumah? Berapa sering kopdar di cafe? Lebih banyak mana antara menerima tamu di rumah dengan ketemuan di cafe?

Bagaimanapun sederhananya orang jaman dulu, ruang tamu adalah bagian rumah yang benar-benar diusahakan. Memuliakan tamu masih menjadi prioritas dari pergaulan sosial. Biarpun rumah seperti kapal pecah, tapi ruang tamu harus tetap rapi. Orang jaman dulu juga selalu menyimpan satu set gelas atau cangkir untuk menjamu tamu. Mereka akan membuat teh hangat untuk para tamu dan menambahkan kudapan jika ada. Cara bergaul yang seperti itu membuat rumah-rumah terbuka, hidup dan hangat.



Lalu jaman semakin modern dan praktis. Orang mulai menghidangkan air mineral kemasan dibanding repot menyalakan kompor untuk membuat teh hangat. Harga rumah semakin mahal sehingga punya rumah itu sudah sangat beruntung meski ruang tamu gabung dengan ruang makan dan ruang keluarga. Harga rumah yang mahal pula menyebabkan banyak perumahan berada jauh di pinggir atau di luar kota. Itupun masih berliku-liku masuk ke gang sempit atau menerabas jalan tengah sawah. Belum lagi pekerjaan jaman sekarang yang menuntut dedikasi lebih besar karena persaingan dengan usaha lain, saingan performa antar teman kerja atau target yang telah ditetapkan, membuat pemilik rumah itu sendiri jarang berada dirumah.

Akhirnya cafe menjadi pilihan banyak orang untuk menerima tamu. Cafe telah berevolusi dari tempat hangout yang eksklusif bahkan kadang dicap negatif menjadi tempat nongkrong yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Pengelola melakukan banyak penyesuaian untuk bertahan dari persaingan, antara lain dengan design interior yang lebih hangat tak lagi remang-remang, hidangan yang lebih sesuai dengan lidah Indonesia, harga yang lebih bisa dijangkau oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah dan sebagainya. Jadi, mau ketemuan dengan satu orang saja, sekeluarga atau serombongan, cafe bisa menampung semua tanpa bikin kantong jebol asal tidak terlalu sering.

Para calon tamu rupanya juga maklum dan selalu bertanya dimana bisa ketemu. Padahal tamu jaman dulu selalu bertanya alamat rumah, tidak pernah bertanya dimana bisa ketemu. Pertimbangan atau alasannya pun mudah dicari. Antara lain, alamat rumah yang jauh dan sulit dijangkau, tidak mau terganggu anak-anak karena tempat main rumah jaman sekarang seringkali berupa halaman sempit, tidak mau mengganggu orang rumah karena ruang tamu seringkali bersatu dengan ruang keluarga dan sebagainya.

Para calon tuan rumah juga sama saja, sering mengusulkan bertemu di cafe. Alasan yang sering terlintas antara lain alamat rumah membuat calon tamu bingung, males bersih-bersih rumah karena sudah capek bekerja di kantor, kasihan dengan anggota keluarga yang "sembunyi" di kamar selama ada tamu sebab ruang keluarga menjadi satu dengan ruang tamu, sulit parkir karena jalan kampung yang sempit, dan sebagainya.

Sebenarnya, ketemu dimana saja itu yang penting adalah tujuan silahturahmi tercapai. Sayangnya, banyak yang kemudian lupa bahwa itu hanya numpang menerima tamu. Tak mungkin kita ke cafe dengan baju seadanya, pasti dengan penampilan terbaik. Busana keren dan tempat yang ngehits semakin sering wara wiri di media sosial karena tak lengkap jika acara ketemuan itu tidak disebarluaskan. Lalu kita terkaget-kaget ketika melihat kondisi rumah sebenarnya.

Ya, bertemu di jaman dulu berarti menjumpai seseorang apa adanya dengan segala atribut yang disandangnya, misalnya ketua RT, buka bengkel, ibu tunggal, punya 5 anak, tinggal dengan orang tua dan sebagainya. Sedangkan bertemu di jaman sekarang berarti kita hanya melihat satu sisi yang ada didepan kita saja. Itu sebabnya kata bertamu makin jarang kita dengar karena di jaman sekarang itu bertemu tak selalu berarti bertamu.

Tidak ada ukuran mana cara bertemu yang lebih baik, apakah bertamu atau ketemuan, apakah di rumah atau di cafe? Semua dilakukan semata karena menyesuaikan dengan keadaan di jamannya. Namun demikian, terasa ada beberapa hal yang hilang, yaitu kehangatan, kesederhanaan dan kejujuran.


Masihkah Menerima Tamu Dirumah Atau Mendingan Di Cafe Saja? Masihkah Menerima Tamu Dirumah Atau Mendingan Di Cafe Saja? Reviewed by Ibu Suri on April 02, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Masterchef

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →