Mau Piknik Bareng Mom Squad? Yuk Bikin Persiapannya

Source: pexels.com

Piknik bareng mom squad bukan hanya milik mamah muda. No! Justru ibu-ibu yang memiliki anak-anak ABG punya peluang lebih banyak untuk jalan-jalan tanpa anak-anak. Soal kesibukan rutin, mungkin tak bisa dibanding-bandingkan dengan mamah muda, tapi setidaknya berkurang kekhawatiran ketika menitipkan anak.

Pernah melihat tetangga atau unggahan di media sosia tentang nenek-nenek yang sering banget travelling barena gengnya? Ada lo yang sampai keluar negeri segala. Nenek-nenek kok punya geng?Nenek-nenek kok ngeluyur terus? Hihhiii.... Lah memangnya harus jaga rumah terus sementaranya anggota keluarga sudah menyebar kemana-mana? Lagipula kegiatan yang paling enggak enak itu adalah menunggu, menunggu mati.

Istilah mom squad memang dipopulerkan oleh para selebriti. Tapi sebenarnya kebanyakan ibu sudah punya teman dekat buat kompakan sejak dulu. Biasanya sobat kompakan ini ngumpul untuk ngobrol-ngobrol saja, tidak berusaha banget mengorganisir acara sampai detil dan menghasilkan foto-foto yang nggak hanya layak pajang di media sosial tapi juga untuk menaikkan prestise anggota mom squad tersebut.

Nah, sekarang mulai banyak tuh mom squad non selebriti mengunggah foto kebersamaan mereka di media sosial. Destinasi populer mom squad non selebriti bukan studio foto seperti mom squad selebriti, melainkan ke tempat-tempat wisata seperti Yogyakarta, Bali, Derawan, Thailand dan sebagainya. Bahkan ada pula wisata religi seperti umroh bareng.

Sweet Moms. Screen Captured from Trans7 Official Youtube Channel

Berhubung ini piknik bareng, maka butuh persiapan agar perjalanan yang seharusnya menyenangkan tidak terganggu oleh berbagai kelalaian.

1. Ijin Dari Suami Dan Anak-anak

Meski anggota mom squad lain sudah mendapat ijin semua, tapi jika suami dan anak-anak sendiri keberatan, jangan ngambek, ya. Bagaimanapun, jika memaksakan diri dan masih mengganjal di hati, bikin kita nggak bisa sepenuhnya menikmati jalan-jalan. Bahkan itu malah akan mengganggu keasikan seluruh peserta piknik. Jika tidak ada perkara serius, seharusnya minta ijin ke suami dan anak-anak yang sudah remaja tidak sesulit minta ijin ketika anak-anak masih balita. Kalau suami baik hati, selain dapat ijin, siapa tahu dapat tambahan uang saku juga.

2. Destinasi Yang Disepakati

Begitu destinasi sudah disepakati, jangan ada lagi yang ngedumel dibelakang. Perasaan tidak senang sedikit apapun, akan tampak selama perjalanan. Dijamin deh mukanya mendung melulu siap menembakkan petir. Makanya, sewaktu mendiskusikan destinasi tersebut, jangan memendam apapun didalam hati. Kalau tidak suka, bilang tidak suka. Kalau sudah mengatakan ikhlas mengalah, ya harus rela 100%.
Memang sulit mencari destinasi yang bisa memuaskan semua anggota, jadi terima saja kalau bisa 80% menyenangkan. Yang penting, destinasi tersebut tidak bertentangan dengan hambatan fisik yang kita miliki sesuai dengan usia. Misal, jika jantung sudah lemah, tak perlu memaksakan diri ke destinasi yang penuh wahana ekstrim seperti roller coaster.

3. Biaya Terjangkau

Paling enak itu bergabung dengan mom squad yang memiliki taraf ekonomi sama. Makanya nggak perlu iri dengan mom squad milik Nia Ramadhani. Memangnya sanggup membayar dress codenya saja? Belum termasuk venue dan foto-foto. Dengan kondisi ekonomi yang sama, akan lebih mudah menentukan destinasi yang sesuai dengan tabungan. Mengapa harus sesuai dengan tabungan? Karena jangan sampai mengganggu keperluan rutin rumah tangga. Jangan sampai berhutang juga. Jika destinasi tersebut benar-benar diinginkan tapi dana terbatas, lebih baik dikoordinir untuk menabung.

Girls Squad. Source: kumparan.com


4. Pemilihan Waktu

Aktivitas tiap keluarga itu berbeda, nggak semua berpanduan pada jadwal sekolah atau liburan nasional. Karena itu, dalam pemilihan waktu jangan egois dengan menetapkan suatu tanggal lalu berangkat dengan berapapun anggota yang bisa. Kalau seperti itu sih sebaiknya jangan atas nama mom squad tersebut. Namanya mom squad kan harus susah senang bersama. Usahakan semua anggota bisa ikut. Kalau gara-gara ini kesepakatan tidak bisa segera tercapai, ya harus bersabar. Piknik kan bukan kebutuhan mendesak? Piknik bisa ditunda sampai waktu yang tepat, kecuali buat yang benar-benar sudah stress.

5. Mandiri Atau Travel Agent

Biarpun anggota mom squad bergabung karena kekompakan, tapi melalukan perjalanan bersama itu hasilnya bisa berbeda. Orang bilang, karakter asli seseorang itu akan tampak ketika melakukan perjalanan. Yang sehari-hari ngocol banget di Whatsapp Group (WAG), belum tentu asik juga ketika piknik bareng-bareng. Terlebih jika ada yang kurang piknik sehingga gampang khawatir. Sering piknik pun bukan berarti boleh mendominasi.
Karena itu, perlu diputuskan dengan bijaksana juga apakah akan diurus secara mandiri atau pasrah ke travel agent. Sekarang banyak travel agent besar kecil, bahkan perorangan. Dengan jumlah anggota 10 saja, travel agent akan bersenang hati mengawal mom squad. Tentu semua ada plus minusnya.

  • Jika diurus sendiri, sebaiknya tanggung jawab dibagi. Ada yang pegang uang, cari akomodasi, membuat itinerary dan sebagainya.
  • Jika menggunakan guide perorangan, sebaiknya cari yang sudah kenal karena dia tidak berafiliasi dengan perusahaan manapun sehingga tanggung jawabnyapun pribadi. Sekarang banyak kok ibu-ibu yang nyambi jadi guide.
  • Menggunakan travel agent lokal. Travel agent ini akan menjemput di destinasi tujuan. Ini sangat praktis untuk travelling didalam negeri. Jangan lupa untuk minta rekomendasi atau cek keberadaan travel agent tersebut melalui teman-teman yang berada di kota tujuan.
  • 100% pasrah ke travel agent. Ini akan sangat membantu untuk perjalanan ke luar negeri, terutama bagi yang pertama kali melakukannya. Travel agent akan membimbing dari mulai terminal keberangkatan luar negeri di bandara Indonesia sehingga tak perlu grogi menghadapi petugas imigrasi. Bahkan beberapa travel agent yang aktif di media sosial juga bersedia memberikan tips membuat passport dan pengajuan visa. Untuk biro jasa umroh, biasanya memang melakukan bimbingan menyeluruh.


6. Perhatikan Detil

Agar perjalanan lancar, pilihlah salah satu anggota yang sudah berpengalaman melakukan perjalanan untuk membuat itinerary. Dari itinerary tersebut bisa diurai lagi menjadi catatan kebutuhan pribadi dan kelompok yang harus disiapkan agar tidak ada yang terlewat tapi juga tidak boleh berlebihan. Dalam setiap kelompok, pasti ada yang minimalis dan ada yang berlebihan. Misalnya, sudah sepakat bawa seperlunya karena akan wisata alam selama 2 hari saja, eh ada satu atau dua orang yang tiba-tiba bawa koper segede koper umroh 2 minggu. Akhirnya malah sibuk mengurus koper tersebut karena tidak bisa ditumpuk dipojokan bagasi mobil yang terbatas. Tiap anggota mom squad harus punya kesadaran bahwa ketidakpatuhan satu orang bisa berakibat repotnya satu rombongan.
Masing-masing anggota juga harus punya kesadaran untuk menyiapkan kebutuhan pribadi yang bisa berpengaruh ke rencana mom squad. Misalnya, sudah direncanakan akan ke Thailand, jangan tiba-tiba heboh passpor sudah habis masa berlakunya mendekati hari pelaksanaan. Seharusnya passpor sudah dicek sebelum destinasi disetujui. Contoh lain, misalnya gampang mabuk perjalanan, ya harus sadar diri menyiapkan obat, balsem atau kantong muntah. Intinya, jangan merepotkan anggota lain kecuali tidak sengaja atau terpaksa. Itu nggak ada hubungannya dengan kekompakan.

Mama Zaman Now. Source: hype.idntimes.com


7. Dokumentasi Cermin Kekompakan

Dokumentasi itu penting banget, bahkan sudah makin banyak yang lebih mementingkan dokumentasi ketimbang menikmati perjalanannya. Apapun itu, memang sayang banget kalau dokumentasi mom squad tidak sempurna. Mengunmpulkan seluruh anggota saja susah karena kesibukan masing-masing, apalagi kumpul dan bepergian bersama. Maka dokumentasi jadi wajib ada. Hanya satu yang perlu diingat bahwa piknik ini dibuat untuk seru-seruan dan mempererat persahabatan, jadi jangan sampai ada yang sok kecakepan sehingga maunya jadi center disemua foto. Kadang tanpa sengaja, rasa sebal anggota lain bisa terekam kamera seperti sebuah foto mom squad selebriti yang dihebohkan oleh salah satu akun gosip online.
Agar dokumentasi bisa menjadi kenang-kenangan selamanya, maka perlu persiapan khusus.

  • Jangan menunjuk salah satu atau beberapa anggota untuk menjadi juru kamera. Mentang-mentang hobinya fotografi, jangan memintanya untuk memotret karena dia sendiri tentu ingin dipotret bareng semua anggota disemua frame. Meski dengan iming-iming gantian, sebaiknya jangan dilakukan, kecuali untuk foto sendiri-sendiri. Untuk foto sendirian, bolehlah saling memotret.
  • Siapkan tongsis dan tripod agar tak satupun anggota yang ketinggalan ketika foto bersama.
  • Jangan ada squad didalam squad. Misalnya, anggota mom squad ada 8, jangan sampai ada squad kecil yang terdiri dari 3 orang yang selalu meminta anggota lain untuk memotret hanya mereka bertiga. Sekali mungkin tak tampak, tapi jika beberapa kali akan membuat sebal anggota lain. Jika ingin foto dalam kelompok kecil, lakukan bergantian dengan anggota lain, jangan yang itu-itu saja. Jangan lupa mengajak foto anggota yang sering dimintai tolong memotret tersebut.
  • Siapkan dress code keren. Dress code tidak harus mewah tapi tampak keren di foto. Bahas dengan detil apa saja yang harus dibawa dan semua harus patuh. Ingat, jika salah satu berlebihan akan merepotkan anggota lain. Ingat pula bahwa selain foto yang cetar, yang terpenting dalam piknik ini adalah kekompakan dan kehangatan. Jadi jangan sampai karena pengin menjadi yang paling cakep malah mendominasi tempat dandan atau berlama-lama dandan sementara yang lain sudah menunggu lama.
  • Membayar fotografer juga sudah menjadi pilihan lumrah jaman sekarang. Si fotografer akan ikut dalam piknik tersebut kemanapun pergi, termasuk jika ke luar negeri. Meski anggaran membengkak, banyak mom squad yang beranggapan bahwa fotografer adalah solusi agar piknik bisa menghasilkan dokumentasi yang bagus tanpa mengurangi kesempatan untuk menikmati perjalanan tersebut.

Menyatukan keinginan anggota mom squad dengan pengalaman dan karakter yang berbeda itu tidak mudah meski sehari-hari kompak banget bercanda. Tapi dengan persiapan matang, piknik akan menjadi kegiatan refreshing yang menyenangkan, dikenang seumur hidup dan mempererat persahabatan bagai saudara.


Mau Piknik Bareng Mom Squad? Yuk Bikin Persiapannya Mau Piknik Bareng Mom Squad? Yuk Bikin Persiapannya Reviewed by Ibu Suri on Februari 28, 2018 Rating: 5

5 komentar

  1. enak kali ya mbak sesekali me time dengan teman, g usah ngajak anak. anak ma suami ^^

    BalasHapus
  2. wah ini seru mba, sejak nikah aku sama geng belum pernah lagi merencanakan jalan bareng haha alasannya karena anak masih kecil juga ga tau deh ntar kalau anak2 uda gede so pasti pengen banget liburan bareng mom squad istilahnya kekinian bgt :p

    BalasHapus
  3. seruu liatnya. kalo saya mah dari no 1 juga ga bakal diijinin adi ga bakal berangkat juga :D

    BalasHapus
  4. Ternyata sebegitu ribetnya ya kalo ibu2 mau jalan2 hahahahaha, gak kepikiran sejauh itu....hehehehe

    BalasHapus
  5. aku jarang pergi denagn teman setelah menikah, paling kalau kegiatan darma wanita saja

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Masterchef

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →