Anakmu Bukan Anakmu



Gara-gara uang delapanratus ribu, seorang artis berseteru dengan anak perempuannya. Yang lebih tragis, Sang Ibu mengutuk dan tidak mengakui anaknya sebagai anak durhaka.

Miris ya.

Tapi, perselisihan anak dengan orangtuanya, terutama dengan ibu, bukan hanya milik artis. Orang biasa pun sering terjadi konflik anak vs orangtua. Karena artis, jadi menyebar ke mana-mana, digoreng oleh media infotainment (online mau pun televisi).

Anak vs Orangtua

Yang sudah jadi orangtua dan memiliki anak, ada yang tidak berselisih dengan anaknya?
Apalagi yang anaknya remaja, aman tentram kehidupannya?

Delapanbelas tahun perjalanan sebagai ibu dari tiga orang anak perempuan, dua di antaranya remaja, selalu ada perselisihan. Entah masalah sekolah, masalah pergaulan, bahkan masalah kehidupan sehari-hari seperti merapikan kamar sendiri atau membantu pekerjaan rumah tangga.

Berselisih paham sepertinya sudah jadi makanan sehari-hari orangtua dengan anak remajanya. Tapi mengerikan juga ya, kalau sampai mengutuk atau tidak mengakui lagi anak yang sudah dikandung selama 9 bulan 10 hari, dilahirkan dan disusui, dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

Pernahkah merasakan saat berselisih paham, anak tetap kukuh dengan pendapatnya, sifat keras kepalanya tersebut merupakan sumbangan genetika orangtuanya. Anak adalah cermin orangtua. Anak seperti itu karena orangtua.

Mengutuk atau mencap sebagai anak durhaka, jangan sampailah. Kata-kata, sebaik dan seburuk apa pun adalah doa. Kata-kata adalah senjata yang bisa berbalik. Kata-kata menentukan siapa diri kita.

Anakmu, bukan anakmu
Mereka adalah anak dari kehiduan yang ingin menjadi diri mereka sendiri
Mereka datang melaluimu, tapi bukan darimu (Khalil Gibran)
Marah memang tak bisa dihindari. Tapi, marah yang berlebihan sampai mengeluarkan kata-kata yang buruk, sebisa mungkin dihindari.

Susah untuk tidak marah? Memang butuh proses, tapi ada lho orangtua yang mampu menahan rasa marahnya, dengan berpikir lelah juga kalau marah tapi anaknya tak mendengarkan, masuk kuping kanan, ke luar kuping kiri.

Marah-marah bisa membuat pikiran lelah juga, sementara anaknya sudah asyik dengan dirinya sendiri, karena menganggap orangtua yang marah adalah wajar. Anak minta maaf, berjanji untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak disetujui, tidak melanggar peraturan, beres. Orangtua pasti akan memaafkan, karena hati orangtua seluas samudera. Begitu pemikiran anak.

Bukankah sebagai orangtua yang punya anak sudah siap dengan segala resiko yang terjadi selama anak masih dalam bimbingan dan tinggal bersama orangtua.

Orangtua ditakdirkan untuk menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Orangtua ditakdirkan memberikan perhatian, kasih sayang, dan pengertian kepada anak-anaknya.
Orangtua ditakdirkan menjadi motivator sekaligus fasilitator bagi anak-anaknya.

Banyak dan berat ya takdir orangtua.

Karena itu, harus santai jadi orangtua. Jangan grasak grusuk. Cukup anak saja yang grasak grusuk, orangtua jangan.



Anakmu Bukan Anakmu Anakmu Bukan Anakmu Reviewed by indahjuli on Februari 07, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Masterchef

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →