Mengenal Jalur-jalur Masuk Perguruan Tinggi

Pic by google
Memasuki semester 6, siswa-siswa kelas 12 dan orangtua mereka makin fokus membidik perguruan tinggi favorit. Meski begitu, masih banyak orangtua yang bingung jalur apa saja yang bisa ditempuh. 

Untuk membantu mengurai kebingungan dan kegalauan, sebaiknya siswa bersama dengan orangtuanya membuat timeline kapan dan perguruan tinggi mana saja yang sedang membuka pendaftaran. Ini juga berkaitan dengan kelengkapan berkas agar sudah siap pada saat dibutuhkan.

Sebenarnya ada banyak sekali jalur masuk perguruan tinggi. Tapi seringkali siswa dan orangtua "bergerombol" di jurusan-jurusan populer saja. Ketika satu pintu gagal, mereka tidak siap dengan pilihan cadangan. Baru kemudian heran ketika melihat seorang teman bisa masuk ke jurusan incaran tersebut melalui jalur lain. Lalu timbullah kecurigaan adanya KKN, padahal memang ada beberapa jalur untuk masuk ke jurusan yang sama.

Berikut beberapa jalur yang berhasil terdeteksi.

1. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Swasta

Harusnya, begitu semester 6 dimulai, jadwal pendaftaran di perguruan tinggi swasta sudah dipegang karena mereka selalu memulainya sangat awal. Bahkan untuk PTS favorit sudah memulainya sejak semester 5. Jika peminat kurang, barulah dibuka gelombang satu, gelombang dua dan sebagainya sampai setelah penerimaan mahasiwa baru perguruan tinggi negeri selesai.
Biaya kuliah PTS memang lebih mahal dari PTN, karenanya orangtua seringkali meminta si anak untuk menunda pendaftaran jika sudah tidak punya harapan untuk masuk PTN. Tapi jangan lupa, semakin kebelakang gelombang tes yang diambil, biaya kuliah yang akan ditetapkan juga meningkat. 
Namun, ada pertimbangan tertentu yang kadang diambil untuk ikut seleksi tahap 1. Contohnya jika si anak hanya mau di jurusan kedokteran umum, maka tak ada salahnya untuk mengamankan posisi dulu dengan resiko uang kuliah yang disetorkan tidak bisa diminta balik sepenuhnya jika diterima di PTN dan ingin pindah. 
Jika orangtua kesulitan membiayai, PTS juga memiliki jalur prestasi yang patut dicoba. Beruntung sekali kalau bisa lolos kuliah dengan beasiswa di PTS karena toh PTN sekarang juga meminta uang kuliah yang tidak sedikit. Khusus PTS Islam, biasanya ada beasiswa untuk hafiz Al-Quran. Silakan dicari informasi detilnya di internet.

2. Penerimaan Taruna Akademi Militer Dan Kepolisian

Seleksi taruna juga dilakukan di awal semester 6. Jadi jangan sampai lengah jika ingin jadi jendral. Biasanya, pihak Akademi Militer juga mengadakan roadshow di sekolah-sekolah favorit untuk sosialisasi. Tapi jika sekolah anak-anak tidak dikunjungi, sebaiknya hanya mempercayai informasi dari situs resmi masing-masing akademi. Jika ada yang memberikan berita copasan, harap diperhatikan sumber copas dan cek ulang isinya. Cek juga apakah di kota domisili menerima pendaftaran. Jika tidak, harus bersiap untuk mendaftar di kota terdekat. Yang jelas, untuk seleksi awal, tidak perlu datang ke Magelang sehingga tidak membebani orangtua.

3. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

Jalur ini diselenggarakan secara nasional dan serentak oleh pemerintah. Sering disebut sebagai jalur undangan oleh masyarakat. Saat ini sudah memasuki tahap verifikasi data oleh sekolah. Jadi, proses penerimaan mahasiwa baru di PTN sudah dimulai.
Dasar seleksi jalur ini adalah rekam jejak rapor siswa dari semester 1 sampai 5, serta sampai semester 7 bagi siswa SMK. Berdasarkan pengalaman, grafik nilai rapor tidak harus mulus dari bawah ke atas. Sebaiknya siswa rutin belajar dan mempertahankan nilai baik di rapornya sejak semester 1 tapi tidak perlu stress mengatur agar grafik sempurna.  Hasil seleksi sudah bisa diketahui sebelum pengumuman kelulusan. Jadi memang ini merupakan keuntungan untuk mengamankan pilihan.
Pendaftaran SNMPTN biasanya dipandu oleh sekolah, baik dalam input nilai maupun kelengkapan lainnya. Jadi orangtua tidak perlu pusing, tapi harus mendiskusikan jurusan yang akan diambil oleh siswa.
Sepertinya untuk tahun 2018 ini, PTN akan lebih ketat lagi mengajukan persyaratan ke siswa karena tahun 2017 lalu banyak siswa yang tidak mendaftar ulang meski sudah lolos karena tergiur dengan pendidikan berikatan dinas. Bahkan PTN sekelas UGM dan ITB pun tak luput dari puluhan bangku kosong. Jadi, tahun ini benar-benar harus dipikirkan jurusan apa yang diinginkan untuk mengantisipasi peraturan baru berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Lagipula, dalam mengejar tingkat pendidikan yang lebih tinggi, tidak boleh egois. Pikirkan pula anak-anak lain yang harus patah hati karena tidak diterima di PTN, sementara di PTN sendiri banyak bangku kosong. Proses penerimaan mahasiswa baru tidak mengenal sistem cadangan. Semoga saja kedepannya diadakan sistem cadangan. Selain itu, kapasitas yang dipersiapkan kampus untuk sejumlah mahasiswa baru yang diharapkan, menjadi mubazir.

4. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Jalur ini juga diselenggarakan secara nasional dan serentak oleh pemerintah. Dasar seleksi ini adalah ujian serentak dalam bentuk tertulis dan menggunakan komputer. Jalur ini memang paling intimidatif dibandingkan dengan jalur-jalur lain karena pesertanya seluruh siswa SMA dan SMK yang belum diterima di SNMPTN. Karena itu, selain persiapan mengerjakan soal-soal ujian, mental siswa juga harus disiapkan. 
Persaingan yang ketat ini membuat siswa semester 6 sering mengabaikan persiapan Ujian Nasional dan langsung fokus di SBMPTN.  Bagaimana lagi? Meskipun ijazah SMA dengan nilai bagus akan membanggakan tapi diterima di PTN tetaplah lebih penting, kecuali siswa memang tidak berniat melanjutkan ke PTN.
Pendaftaran SBMPTN harus dilakukan sendiri oleh siswa karena terjadi setelah siswa lulus. Namun demikian, banyak sekolah yang tetap terbuka menerima kedatangan mantan siswanya untuk konsultasi.

5. Pendaftaran Sekolah Kedinasan

Meski banyak yang bercita-cita menjadi entrepreneur atau youtuber, nyatanya sekolah kedinasan tetap menjadi pilihan teratas diantara jalur-jalur masuk perguruan tinggi. Kepastian pekerjaan, uang saku selama pendidikan dan tentu saja gratis, menjadi idaman para orangtua. Tak jarang, orangtua berusaha mempengaruhi si anak untuk mengutamakan sekolah kedinasan. Keuntungan-keuntungan itulah yang membuat mereka meninggalkan PTN ternama di Indonesia yang sudah lebih dulu menerima mereka. 
Memang, timeline proses seleksi sekolah kedinasan ini unik karena dimulai sebelum pengumuman SNMPTN, yaitu sekitar Maret, tapi hasil finalnya setelah SBMPTN. Timeline yang panjang itu dikarenakan ada beberapa tahap seleksi yang harus dilakukan. Seleksi sekolah kedinasan lebih ketat dari PTN untuk mendapatkan kandidat yang layak mendapatkan fasilitas negara.
Hati-hati jika mencari informasi pendaftarannya karena banyak situs yang seolah resmi padahal itu adalah situs click bait, yang sering memuat pengumuman yang sudah kedaluarsa. Jangan langsung percaya juga dengan copasan di group whatsapp (WA). Informasi valid hanya ada di website www.menpan.go.id milik Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. Sedangkan sekolah tinggi yang ditawarkan adalah PKN STAN (Kemenkeu), STTD (Kemenhub), STIS (BPS), STMKG (BMKG), IPDN (Kemendagri), Poltekip dan Poltekim (Kemenkumham), STIN dan STSN. Jadi, pendaftaran semua sekolah kedinasan milik pemerintah dikoordinir oleh Kemenpan.

6. Program Internasional

Beberapa PT membuka program internasional yang ketentuannya tergantung masing-masing PT, bahkan tiap jurusan bisa berbeda. Misalnya HI UGM yang jadwal pendaftarannya sampai dibuka 3x sepanjang semester 6. Jadi harus membagi energi dan pikiran dengan seleksi-seleksi diatas. Program internasional ini biasanya menawarkan double degree dengan PT luar negeri yang bekerja sama dengan PT Indonesia. Siswa akan diwajibkan menghabiskan 1-2 semester di PT luar negeri tersebut. Dengan demikian, jika ingin masuk di program ini, siapkan dana pendidikan 2x lipat dibandingkan dengan program sarjana biasa. 
Meski dana pendidikan yang lebih tinggi diperlukan di jalur ini, tapi tak lantas pasti diterima. Ada syarat yang melekat berupa penguasaan bahasa Inggris yang baik. Di UGM ada beberapa jurusan yang membuka program internasional tersebut.

7. Jalur Prestasi

Banyak yang salah paham antara SNMPTN dengan jalur prestasi. Jalur prestasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu. Beda dengan SNMPTN yang tidak melihat latar belakang ekonomi asal siswa berprestasi. Biaya pendidikan dan biaya hidup siswa yang diterima menjadi mahasiswa baru dari jalur ini akan ditanggung pemerintah melalui Bidikmisi. 

8. Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri Secara Mandiri

Karena merupakan program mandiri PT, maka informasi akan tersedia di website PT yang dipilih. Nama jalur ini berbeda di tiap PT, misalnya UTUL (Ujian Tertulis) di UGM dan Simak (Seleksi Masuk) UI. Untuk PTN, jalur ini merupakan puncaknya karena merupakan yang terakhir yang bisa ditempuh untuk masuk PTN. Timeline-nya setelah SBMPTN. Jadi, jika belum diterima, simpan dulu sedihnya, lebih baik cepat-cepat bersiap untuk ikut UM saja. Beberapa PTN seperti UNY bahkan memberikan waktu yang cukup longgar untuk mendaftar.

Apapun yang terjadi, teruslah mencari informasi detil tentang timeline pendaftaran dan tak perlu putus asa pada salah satu jalur saja. Jaga semangat untuk menjajal semua jalur. Jangan lupa berdoa.

Mengenal Jalur-jalur Masuk Perguruan Tinggi Mengenal Jalur-jalur Masuk Perguruan Tinggi Reviewed by Ibu Suri on Januari 24, 2018 Rating: 5

3 komentar

  1. Berubah namanya dari zaman saya dulu ya, Bu. Dulu namanya PMDK dan SPMB. Sekarang singkatanya makin panjang aja :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Singkatan2 yg bikin bingung heheee

      Hapus
  2. Kalau dari keluarga mampu namun berprestasi ttp tdk bisa lewat jalur prestasi ya?

    BalasHapus

Semua komentar dimoderasi. Terima kasih.

Masterchef

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →